Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Bahaya Laten Pengaturan Pertandingan

Windi Wicaksono , Jurnalis-Jum'at, 18 Januari 2013 |15:09 WIB
Waspada Bahaya Laten Pengaturan Pertandingan
FIFA (Foto: Daylife)
A
A
A

ZURICH – Bukan rahasia lagi kalau praktek pengaturan pertandingan sepakbola benar-benar terjadi, baik di kompetisi di luar Eropa maupun di Eropa itu sendiri. Bahkan, Kepala Keamanan FIFA, Ralf Mutschke mengatakan, para pelaku praktek pengaturan pertandingan menargetkan menguasai 50 liga di seluruh bagian dunia, tak terkecuali Indonesia.
 
Mutcsche yang pernah berbicara dengan penjahat pengaturan pertandingan yang tertangkap, mengaku kelompok kriminal tersebut bekerja sangat rapi, bahkan seringkali kejahatan mereka sulit dibuktikan. Kelompok pengatur pertandingan yang disinyalir merupakan para mantan pelaku bisnis narkoba, bahkan bukan hanya bisa menyuap wasit dan pemain, tapi mereka juga bisa masuk ke dalam federasi sepakbola sebuah negara.
 
"Anda 50 persen berpeluang mendapat tawaran dari mereka (pelaku pengaturan pertandingan) dan yang menyedihkan, mereka mengatakan sama sekali tak takut dengan praktek itu, karena tak akan ada yang berani melaporkan percobaan mereka melakukan suap,” ungkap Mutcsche, seperti dilansir Reuters.
 
"Mereka siap membuntuti target untuk periode tertentu, demi mengetahui kebiasaan target, situasi terkini target dengan klub, apakah bayaran dari klub kurang memuaskan, atau bahkan belum dibayar. Dari situ mereka melihat peluang menyuap target,” jelasnya.
 
Mutcsche juga menuturkan bagaimana salah seorang terdakwa pengaturan pertandingan di Zurich, Swiss, mengisahkan cara mereka bekerja untuk memanipulasi pertandingan. Kelompok itu mengambil keuntungan lebih besar dari pasar taruhan, ketimbang ketika mereka masih berbisnis narkoba.
 
“Para pelaku pengatur pertandingan selalu berada di stadion, dan terus mengamati target mereka. Bahkan, mereka bisa berada di lorong pemain, hal yang sebenarnya aneh,” tukas Mutcsche.
 
"Mereka juga punya jaringan untuk mengganti wasit pada saat-saat terakhir sebelum pertandingan. Mereka sadar wasitlah yang mengatur jalannya pertandingan, dan bisa memanipulasinya,” jelasnya.
 
Dengan bahaya laten pengaturan pertandingan yang mengancam sepakbola dunia, FIFA mencoba menekankan kepada pemain ataupun wasit untuk segera melapor, jika ada pihak yang melakukan percobaan penyuapan. FIFA juga mengharuskan anggotanya mengangkat pengurus yang memiliki integritas untuk memberantas masalah ini.
 
“Saya mencoba mengajukan saran kepada para anggota FIFA agar melibatkan pejabat yang komitmen melawan praktek penyuapan. Dengan 209 anggota FIFA, tentu merupakan suatu tantangan, meski kemungkinan juga saya akan gagal,” paparnya.
 
“Kendati begitu, setidaknya saya sudah pernah mencoba memberantasnya. Saya memiliki tujuan agar sepakbola dunia tidak dinodai dengan korupsi dan pengaturan pertandingan,” tuntasnya.

(Windi Wicaksono)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement