BARCELONA – Ditempatkannya Adriano Correia sebagai bek tengah dalam El Clasico tadi malam mengejutkan semua orang. Bahkan, pelatih Barcelona Tito Vilanova sendiri mengakui keputusan ini dadakan.
Strategi menempatkan bek sayap setinggi 173 cm ini sebagai bek tengah baru dibicarakan dalam latihan Jumat kemarin atau hanya dua hari sebelum El Clasico. Saat itu Vilanova berdiskusi dengan sang asisten Jordi Roura dan pelatih fisik Aureli Altimira.
Sosok berusia 27 tahun ini lebih dikedepankan dibanding Alex Song atau Marc Bartra, dua opsi bek tengah yang tersisa, karena pemain asal Brasil yang dulunya winger ini lebih cepat. Kecepatan Adriano dibutuhkan untuk membendung eksplosivitas Cristiano Ronaldo, Karim Benzema atau Angel Di Maria.
Meski kelemahan mantan pemain Sevilla ini sempat terekspos ketika gagal melakukan jebakan offside pada gol kedua Ronaldo, tapi secara umum Vilanova mengaku puas dengan duet Adriano dan Javier Mascherano di jantung pertahanan.
“Staf teknis sudah membicarakan hal ini. Saya juga sudah berbicara dengannya pada Jumat kemarin, dan kami mencobanya dalam latihan,” kata Vilanova seperti dikutip dari situs resmi Barcelona, fcbarcelona.com.
“Saya perlu tahu apakah dia mampu melakukannya, dan dia bilang bisa. Saya ingin berterima kasih atas pengorbanannya,” ujar Vilanova.
“Saya juga ingin berterima kasih kepada Pique atas upayanya untuk sembuh dengan berusaha pada pagi, siang, dan malam. Meski pada akhirnya ternyata tidak berhasil,” tutur Vilanova.
(Auzan Julikar Sutedjo)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.