Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lebih Cepat Lebih Baik Tak Berlaku

Kukuh Setiawan , Jurnalis-Rabu, 03 Oktober 2012 |16:02 WIB
Lebih Cepat Lebih Baik Tak Berlaku
Persegres Gresik.(foto:wikipedia)
A
A
A

GRESIK— Lucunya sepakbola Indonesia. Istilah “lebih cepat lebih baik' ternyata tidak berlaku bagi klub-klub di kompetisi negeri ini. Klub yang lebih cepat mempersiapkan diri untuk kompetisi musim depan bukan lebih matang, namun justru menanggung risiko yang tidak bagus. Itu dialami di Persegres Gresik.
 
Bertekad tancap gas lebih awal dari klub lain dengan harapan bisa membentuk skuad tangguh, manajemen justru menghadapi problem pelik. Baru digelarnya kompetisi Indonesia Super League (ISL) pada Januari 2013 nanti mengancam adanya pemborosan anggaran di tim, yakni terkait gaji pemain.
 
Manajemen Persegres masih mempertimbangkan pembayaran gaji pemain selama tiga bulan ke depan. Karena dipandang membebani keuangan sedangkan kompetisi belum dimulai, manajemen Persegres rencananya tidak membayar gaji selama tiga bulan ke depan atau hingga kompetisi bergulir.
 
Persegres salah perhitungan dalam menentukan kebijakan di tim. Kadung mengontrak sejumlah pemain baru dan memperpanjang pemain lama pada September lalu, ternyata jadwal kompetisi berubah. ISL semula dijadwalkan bergulir November, tetapi kemudian mundur jauh menjadi Januari tahun depan.
 
“Ya, memang ada salah perhitungan terkait dimulainya jadwal kompetisi. Semula ISL direncanakan November, jadi kami ngebut melakukan persiapan membentuk tim. Ternyata berubah menjadi Januari dan tiga bulan bukan waktu yang pendek,” ujar Manajer Persegres Thoriq Majiddanor.
 
Tiga bulan tanpa agenda pasti, dianggap bakal memberatkan manajemen jika membayar operasional klub plus gaji pemain. Untuk itu manajemen berencana melakukan pembicaraan kepada pemain terkait persoalan pembayaran gaji, karena banyak pemain yang dikabarkan keberatan dengan kebijakan itu.
 
Sebagian besar pemain menginginkan gaji pada Oktober, November dan Desember tetap dibayar dengan alasan sudah resmi tandatangan kontrak. Sedangkan manajemen berpikir pembayaran gaji tiga bulan tanpa agenda tim yang jelas akan banyak menguras rekening klub.
 
“Manajemen akan membicarakan masalah itu dengan pemain, paling lambat minggu depan. Semoga ada solusi bagus dari persoalan ini. Ini murni karena efek mundurnya jadwal kompetisi, bukan karena manajemen enggan memenuhi hak pemain,” papar sang manajer.
 
Sementara Pelatih Persegres Suharno sendiri enggan berkomentar tentang persoalan itu. Menurutnya masalah gaji pemain menjadi kebijakan manajemen dan pihaknya tidak mempunyai wewenang bersuara. “Itu wewenang manajemen. Saya harap bisa diselesaikan dengan win-win solution,” cetus Suharno.
 
Diakui Suharno sendiri, dirinya menghadapi kendala menyusun program untuk timnya karena kompetisi masih lama. Untuk program ujicoba atau pemusatan latihan terpaksa ditunda karena dianggap masih terlalu jauh. Kemungkinan program intensif baru akan dimulai Desember atau akhir November.
 
“Situasinya tidak gampang. Jika semua program dimulai sekarang, maka saat kompetisi nanti sudah menurun lagi. Sedangkan jika tidak ada program apa-apa, pemain juga jenuh. Bayangkan kalau mau memulai ujicoba, tim-tim lain juga belum ada yang siap,” tukasnya.
 

(Fitra Iskandar)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement