PSSI Tak Akui Rapat Akbar

Sebastianus Epifany - Okezone
Kamis, 15 Desember 2011 13:38 wib
Foto: Dok.Okezone
Foto: Dok.Okezone
JAKARTA - Otoritas tertinggi sepak bola Indonesia, PSSI akhirnya bersikap dalam menanggapi isu digelarnya rapat akbar yang akan dilakukan sejumlah kelompok yang mengatasnamakan anggota PSSI. Dalam pernyataannya, PSSI tidak mengakui pertemuan tersebut sebagai pertemuan resmi dan meminta anggotanya tidak hadir dalam rapat tersebut.

Dualisme kompetisi yang kini tengah terjadi di Indonesia membuat PSSI kembali diterpa masalah. Baru-baru ini, sejumlah kelompok yang mengatasnamakan diri Forum Pengurus Provinsi (FPP) PSSI, menyatakan bakal melakukan ‘rapat akbar’ di Jakarta, 18 Desember mendatang.

Dalam pertemuan ini, kelompok tersebut mengaku bakal membicarakan berbagai pelanggaran-pelanggaran statuta dan amanah kongres Bali yang dilakukan PSSI di bawah pimpinan Djohar Arifin Husin. Rapat akbar ini bahkan tidak menutup kemungkinan berkembang jadi Kongres Luar Biasa (KLB) jika memenuhi syarat 2/3 anggota yang hadir.

Menyikapi kabar ini, pihak PSSI mengeluarkan surat edaran yang ditantandangani oleh Sekjen Tri Goestoro. Dalam surat edaran yang tertanggal 14 Desember kemarin, PSSI yang diwakili oleh juru bicaranya Eddy Elison dan Direktur Legal PSSI, Finantha Rudy menyatakan bahwa PSSI tidak merestui rapat tersebut.

“Pertemuan yang dilaksanakan tanggal 18 Desember, tidak atau bukan merupakan pertemuan yang diselenggarakan PSSI. Jadi, segala proses dan hasil pertemuan tersebut, berada di luar tanggung jawab PSSI,” Tulis surat edaran yang ditanda tangani Tri Goestoro yang saat ini tengah berada di Jepang untuk memenuhi undangan FIFA, menyaksikan Piala Dunia Antarklub.

Lebih jauh, PSSI menyatakan siap menindaklanjuti hasil rapat tersebut. “Mengenai pertemuan 18 Desember nanti, menurut saya itu adalah rapat biasa. Namun bila dalam rapat tersebut ada indikasi atau upaya-upaya untuk menjatuhkan PSSI, maka akan ada sanksi, seperti yang tertera dalam statuta PSSI. Apabila ada indikasi-indikasi pelanggaran statuta, maka masalah ini akan diserahkan pada komdis dan komite etik PSSI,” timpal Finanta Rudy.

Soal ancaman KLB? “KLB dapat dilakukan bila disetujui oleh 2/3 anggota PSSI yang sah, dengan pernyataan agenda-agenda tertentu. PSSI dan Sekjen akan meneliti keabsahan anggota-anggota yang meminta ataupun keabsahan yang lain. KLB sendiri bisa dilakukan tiga bulan setelah (permintaan). Sementara undangan bisa dikirim dua bulan sesudahnya,” sambung Rudy seraya mengumumkan bahwa anggota sah PSSI adalah ketua dan sekretaris Pengprov.

Lebih jauh, PSSI sendiri bakal melakukan pertemuan resmi dengan 33 anggota pengurus provinsi dalam rangka memeriahkan pembukaan kompetisi Divisi Satu. Pertemuan bakal dilakukan di Semarang, Jumat, 16 Desember mendatang.

“Undangan disampaikan kepada 33 pengprov resmi. Itu berarti seluruh pengprov yang ada di Indonesia. Sejauh ini sudah ada konfirmasi kehadiran dari 17 pengprov. Yang mempunyai hak di pengprov adalah ketua dan sekretaris, sementara dari pengprov yang hadir dalam pertemuan di luar PSSI itu, bukan merupakan ketua dan sekretaris,” pungkasnya. (acf)
  • ardy » 0 Tanggapan
    Bapk pejabat pssi,mslah dlm organisasi it lumrah trjadi namun bukan berrti kita lari dlam masalah dan tidk mau mndgr suara bawahan kita,,lihat akar permsalahannya kmdian pecahn bersama anggota,,,ingat pak pengurus,anda smua bisa naik karena suara anggota dan bisa juga turun karena suara anggota anda,,jangan arogansi!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • william » 0 Tanggapan
    Jawaban pertanyaan sampean coba baca di: ww.dukungpssi.co.cc semoga bisa di pertimbangkan..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • omed » 0 Tanggapan
    sepertinya ada kecenderungan produk PSSI lama hrs diganti juga (ga cuma ketum, pelatih timnasnya,trmasuk kompetisinya)...haaaha...ada2saja negeri ini...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Beto » 0 Tanggapan
    Hey bung jgn tanggapi isu2 KLB kalau tanggapi malah buat masalah baru. Apakah PSSI buat pertemuan dgn Pengprov untk menyaingi kelompok FPP? Sekarang urus LPI/IPL biar masyarakt menilai.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • irwan » 1 Tanggapan
    PSSI sekarang buat masyarakat indonesia menjadi bingung , saya mau bertanya kenapa Ketua PSSI yang baru membuat LPI??? kenapa tidak melaksanakan atau melanjutkan ISL ??? tolong di jawab
    • ardeta
      setahu saya, setelah terpilih johar dihadapkan masalah bhw dia harus menggelar kompetisi, sedangkan PSSI sudah meminta pertanggungjawaban PSSI terkait laporan AUDIT mereka tetapi setelah ditunggu lama tidak memberikan laporan AUDIT akhirnya membentuk LPIS bahkan joko driyono sudah ditawari untuk ikut dalam kepengurusan LPIS tetapi ditolak dan memilih PT. LI, ketika deadline AFC bhw oktober hrus ada kompetisi maka digulirkan IPL. nah pertanyaannya kenapa tidak di paksa dulu PT. LI untuk open AUDIT nya ke publik........kenapa harus di tutupi dan dilakukan audit sendiri dan dilaporkan ke pengurus lama ANEH kan, trus salah PSSI terkait kenapa IPL kok bukan ISL dmn???? siapa yang mau mengelola PT. LI tapi tidak ada laporan keuangannya...? mslh 6 klub gratisan, sebenarnya PSSI itu hanya pelaksana dari keputusan komite normalisasi yang wkt itu diperintahkan FIFA untuk melakukan tindakan terhadap liga tandingan dan wkt itu komisi normalisasi memutuskan untk merangkul LPI tapi semua hanya keputusan belum terlaksana dalam konteks masuk kompetisi terpilihlah johar, ketika johar terpilih menjadi ketua maka dia dihadapkan dengan masalah2 yang dari pengurus lama serta keputusan yang dilakukan oleh komisi normalisasi..... mungkin itu jawabannya semoga membantu
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit