Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Dianggap, Persela Cuek

Kukuh Setiawan (Koran Sindo) , Jurnalis-Rabu, 10 Agustus 2011 |00:16 WIB
Tak Dianggap, Persela Cuek
A
A
A

LAMONGAN - Persela Lamongan adalah satu-satunya klub di Jawa Timur yang sejauh ini belum dianggap layak berjibaku di kompetisi profesional. Itu jika merekam pernyataan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin saat seminar sepakbola di Malang, Senin (8/8/2011).

Saat itu Djohar menyebut adalah 10 klub yang dianggap sudah layak bertarung di liga profesional. Klub-klub tersebut adalah Arema FC, Semen Padang, Sriwijaya FC, Persib Bandung, Pelita Jaya, Deltras Sidoarjo, serta empat klub LPI, yakni Persebaya 1927, Persema Malang, Persibo Bojonegoro dan PSM Makassar.

Dari 10 klub tersebut, empat di antaranya diwakili klub Jawa Timur, yakni Arema FC, Persema Malang, Deltras Sidoarjo dan Persibo Bojonegoro. Anehnya, justru Persela Lamongan yang lebih berpengalaman di ISL luput dari bibir Djohar.

Apakah Persela belum memenuhi kriteria? “Kami menganggap itu hanya persepsi awal saja. Kan verifikasi belum dilakukan dan malah persyaratan banyak yang belum dimasukkan. Persela tetap optimistis bisa lolos verifikasi,” tutur Asisten Manajer Persela Yuhronur Efendi.

Soal sepak terjang, Persela tentunya lebih bagus ketimbang Deltras Sidoarjo dan Persibo Bojonegoro di ISL. Dalam beberapa musim terakhir Laskar Joko Tingkir malang melintang di kompetisi teratas Indonesia tersebut dan terbilang stabil.

Sedangkan Deltras Sidoarjo mencatat prestasi yo-yo alias naik turun dalam beberapa musim terakhir. Persibo yang sekaligus rival bebuyutan Persela malah baru promosi ke ISL musim lalu setelah sebelumnya hanya bergelut di kompetisi kelas dua.

Selain prestasi, soal manajemen sendiri Persela merasa lebih baik ketimbang Deltras yang nyaris kolaps di akhir musim lalu karena krisis keuangan. Demikian juga Persibo yang sebenarnya tertolong LPI setelah sebelumnya megap-megap saat di ISL.

“Lebih baik Persela tak memikirkan klub lain. Kita konsentrasi saja memenuhi persyaratan yang diminta PSSI untuk bisa jadi klub profesional. Persela berpengalaman di liga tertinggi dan selayaknya lolos dalam proses verifikasi tersebut,” imbuh Yuhronur yang juga Ketua pengcab PSSI Lamongan ini.

Semua persyaratan sebenarnya bisa dipenuhi tim biru laut. Kalau pun ada kelemahan terbesar adalah faktor finansial, setelah klub kebanggaan LA Mania harus melepaskan diri dari ketergantungan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lamongan.

Faktor ini menjadi tantangan terbesar bagi klub yang bersarang di Stadion Surajaya tersebut jika bertanding di liga profesional. Salah satu langkah yang kini dipertimbangkan adalah pembentukan konsorsium serta menaikkan harga tiket pertandingan.

(Fitra Iskandar)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement