JAKARTA - Inter Milan berambisi kembali mengenggam trofi scudetto yang musim lalu direngkuh rival sekotanya AC Milan. Sejumlah pembenahan pun sudah dilakukan I Nerazzurri demi bisa mewujudkan ambisinya di musim depan.
14 bulan berlalu setelah mencatatkan sejarah baru dengan menyabet treble winners di musim 2009/2010, klub milik Massimo Moratti ini harus kehilangan dua dari tiga gelar tersebut di musim lalu. Gelar Liga Champions lepas ke tangan raksasa Spanyol, Barcelona. Sementara trofi scudetto dirampas rival sekota AC Milan. Satu-satunya gelar yang berhasil diselamatkan Inter adalah Coppa Italia.
Tak puas dengan pencapaian musim lalu, serangkaian perubahan pun dilakukan manajemen klub La Beneamata. Gian Piero Gasperini direkrut sebagai pelatih baru, dan beberapa pemain anyar pun didatangkan demi menjadikan Inter sebagai kekuatan menakutkan di musim depan.
Namun, menurut analisa beberapa pengamat sepakbola, ada lima hal yang harus dilakukan Inter Milan untuk bisa menggenggam scudetto musim depan, demikian sebagaimana dikutip Goal, Selasa (26/7/2011).
1. Pertahankan Wesley Sneijder dan temukan posisi yang tepat buatnya
Masa depan playmaker Timnas Belanda ini memang masih jadi tanda tanya besar hingga kini. Sneijder tengah menjadi bidikan serius klub-klub elite Eropa di bursa transfer musim panas ini. Manchester United menjadi salah satu klub yang tertarik meminangnya, meski baru-baru ini pelatih Sir Alex Ferguson menyatakan tak lagi berminat kepada Sneijder.
Berhasil mempertahankan Sneijder tak serta merta bakal membuat Inter bisa dengan mudah menyabet trofi scudetto. Pelatih, dalam hal ini diwajibkan menemukan posisi yang cocok buat Sneijder bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya, seperti di era kepelatihan Jose Mourinho.
2. Jangan terlalu bergantung pada Samuel Eto’o untuk mendulang gol
Sejak didatangkan dari Barcelona pada musim 2009/2010, Eto’o memang mampu membuktikan sebagai pendulang gol ulung. Di musim lalu, striker Kamerun ini berhasil melesakkan 37 gol di semua ajang, di mana lima gol dicetaknya di tiga laga final yang dimainkan Inter. Maka dari itu, Inter pun nampaknya sangat menggantungkan harapan pada produktivitas Eto’o dalam mendulang gol.
Namun, di musim depan Inter harus menghentikan ketergantungannya kepada Eto’o. Kini, manajemen Inter harus mengoptimalkan peran striker lain seperti Giampaolo Pazzini, Diego Milito dan Goran Pandev agar bisa jadi senjata rahasia, terutama di saat Eto’o mengalami paceklik gol.
3. Benahi Pertahanan
Sudah menjadi rahasia umum, solidnya lini belakang menjadi salah satu faktor pendukung suksesnya sebuah tim. Nah, elemen inilah yang tidak dimiliki I Nerazzurri pada musim lalu, di era kepelatihan Leonardo Araujo. Di musim lalu, barisan bek Inter bisa dikatakan gagal mengemban tugasnya dengan baik.
Badai cedera yang mendera dua bek kawakan, Lucio dan Walter Samuel menjadi salah satu faktor utama rapuhnya lini belakang Inter. Andrea Rannochia, Christian Chivu dan Ivan Cordoba gagal menemukan chemistry seperti yang terjalin antara Lucio-Samuel yang terbukti sukses menjadi tembok kokoh Inter di masa kepelatihan Mourinho.
Di bawah kepelatihan Leonardo, Inter memang sukses menjelma sebagai tim yang agresif dan selalu mengusung sepakbola menyerang. Tapi buntutnya, lini pertahanan menjadi titik lemah. Terbukti, di musim lalu Inter kebobolan 42 gol dari total 69 gol yang mereka ciptakan di pentas Serie A.
4.Cepat adaptasi dengan sistem yang diusung Gasperini
Kedatangan pelatih baru, jelas akan memberikan perubahan baik itu dari metode latihan, strategi di lapangan dan berbagai hal lain. Nah, di sini Gian Piero Gasperini datang dengan ide yang pastinya dengan Leonardo Araujo, pelatih sebelumnya.
Mantan Allenatore Genoa ini diketahui merupakan sosok pelatih yang mengusung skema menyerang, namun berbeda dengan metode penyerangan yang diterapkan Leonardo. Gasperini lebih suka memainkan pola 3-4-3 ketimbang 4-3-3 yang biasa diperagakan para punggawa Inter bersama Leo.
Nah disinilah para pemain Inter dituntut untuk menyesuaikan diri dengan cepat, strategi yang diterapkan Gasperini. Tak hanya pemain, Gasperini sendiri juga harus mempertimbangkan kualitas yang dimiliki para pemainnya, untuk kemudian menempatkan mereka di posisi paling ideal untuk mereka.
5.Gali dan keluarkan kemampuan terbaik dari Ricky Alvarez
Ricky Alvarez, pemain muda yang baru didatangkan dari klub Argentina, Velez Sarsfield dengan banderol 9,2 juta euro ini digadang-gadang bakal menjadi pemain andalan Inter di masa depan. Namun, tentunya sang pelatih (Gasperini) harus tahu lebih dulu posisi mana yang ideal buat sang pemain, sehingga dia bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
Merujuk pada catatan penampilannya bersama Velez, Alvarez diketahui lebih nyaman ditempatkan sebagai playmaker di mana dia sukses mencetak beberapa gol dan membantu Inter meraih kemenangan di laga pra-musim. Namun, hal tersebut tidak bisa dijadikan patokan. Alvarez harus terlebih dulu membuktikan diri mampu cepat beradaptasi dengan atmosfer sepakbola Italia yang terkenal sulit.
(Achmad Firdaus)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.