18 Remaja Aceh Direkrut Klub Amerika Latin

|

Salman Mardira - Okezone

BANDA ACEH – Sebanyak 18 remaja asal Aceh yang belajar sepak bola di Paraguay mengukir prestasi membanggakan. Mereka kini direkrut sejumlah klub liga sepak bola di Amerika Latin.

Mereka merupakan bagian dari 30 remaja Aceh yang dikirim ke Paraguay untuk belajar sepakbola sejak 2008. Mereka diasuh oleh pelatih asal Paraguay, Munito Gonzales. Program ini kerjasama antara Pemerintah Aceh dengan Pemerintah Paraguay untuk memajukan sepak bola di Aceh.

Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh, Nuzuli MS di Banda Aceh, Kamis (28/4/2011) mengatakan, program ini sudah berakhir namun skill yang dimiliki siswa-siswa yang dikirim ke Paraguay itu menjadi incaran klub di Paraguay dan Argentina.

Tercatat ada lima klub devisi II dan III Liga Paraguay sudah merekrut 17 remaja Aceh untuk memperkuat tim mereka. Klub itu adalah Fernando Delamora, Trilindense, Primero De Majo (Devisi II) dan Doce De Oletubre serta Atlantida (Devisi III). Tim Argentina yang merekrut pemain Aceh adalah San Lorenzo, tim Devisi Utama liga Negara tersebut.

Adalah Zikri Akbar yang berlaga di sana. Nuzuli mengatakan, Zikri diprediksi bisa berlaga di liga Eropa dengan skillnya dan bakatnya saat ini, namun dia harus menghabiskan beberapa musim dulu dengan klub tersebut.

Lima remaja Aceh yang merumput di Fernando Delamora adalah Jalwandi, Muarif, Taufik Aqsar, Rahmat dan Rian Muharram. “Jalwandi saat ini merupakan striker klub Fernando Delamora. Dia juga tercatat sebagai top score sementara di timnya. Saya lupa gol dia cipta sudah berapa,” kata Nuzuli.

Tim Trilindense hanya merekrut seorang pemain asal Aceh yakni Rahmanuddin. Rekannya Riandi Rizki kini berlaga di Primero De Majo.

Klub paling banyak merekrut pemain Aceh adalah Doce De Oletubre kontestan Devisi III Paraguay, yakni tujuh orang. Mereka adalah Ahmad Agung, Andre Mulyadi, Nendi Fadriansyah, Firdaus, Lirival Andrea, Syahrizal dan Imanda Putra.

Sisanya bermain di Atlantida. Mereka adalah Dedek Ramadhan, Hadina Rivaldi Diaz dan TM Iqbal. Hadina Rivaldi merupakan kiper utama klub devisi III Paraguay itu sekarang.

Menurut Nuzuli dari semua remaja asal Aceh yang sudah bermain di klub-klub Paraguay dan Argentina saat ini, hanya Zikri Akbar yang mulai memasuki proses kontrak permanen. 17 lainnya masih belum bisa ditingkatkan statusnya karena terkendala umur.

“Umur mereka rata-rata masih 17 tahun. Kalau dikontrak dan dibayar ini bisa dikatagorikan trafiking. Jadi hanya Rizki Azhar yang sudah dibayar fee, dan proses kontraknya sedang dilakukan. Rizki usianya sudah memasuki 18 tahun, jadi sudah bisa dibayar fee,” tutur Nuzuli.

17 pemain Aceh yang berlaga di devisi II dan III liga Paraguay kini statusnya masih sebatas ujicoba, karena belum bisa dikontrak. Mereka akan diuji coba hingga Oktober 2011, jika permainan mereka mengalami peningkatan dan usia mereka masuk 18 tahun, mereka akan langsung dikontrak. Meski statusnya uji coba, mereka sering menjadi pemain utama di timnya.

Sementara itu 12 sisa pemain yang tak direkrut klub-klub di Paraguay dan Argentina sudah tiba di Aceh, hari ini. Mereka akan menjadi binaan Dispora Aceh.

Nuzuli mengatakan, 12 pemain yang dipulangkan ini sempat diseleksi oleh beberapa klub Paraguay namun mereka tak lolos karena fisik mereka kecil, berbeda seperti rekan-rekan mereka yang sudah direkrut.

Meski begitu, bukan berarti tak ada yang mengincar mereka. Saat tiba di Jakarta malam kemarin, sebelum bertolak ke Banda Aceh, beberapa agen pemain tim Liga Indonesia sudah mulai mendekati mereka, namun Pemerintah Aceh belum menetukan sikap apakah mereka diizinkan langsung berlaga di Liga Indonesia atau dipertahankan untuk dibina lebih lanjut. (msy)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Penasaran, Alasan Fabregas Gabung Chelsea