BANDUNG - Para punggawa Persib Bandung merasakan sakit hati yang mendalam akibat kepemimpinan wasit Suharto yang tidak profesional. Saat dijamu Persisam Samarinda di stadion Segiri, kemarin sore, bomber andalan Cristian Gonzales mendapat kartu merah.
Misalnya rekan satu posisi dengan Gonzales, Pablo Alejandro Frances yang mengaku tidak menyangka jika permainan yang disuguhkan kedua tim akan dirusak oleh wasit. Padahal, Pablo mengaku timnya sudah tampil maksimal.
"Semua juga lihat bagaimana kedua tim tampil. Kita sama-sama saling menyerang dan main bagus. Tapi ternyata pada akhirnya kita dikerjain wasit. Padahal, kalau semuanya normal, pertandingan pasti bagus," jelas Pablo setibanya di Bandung, Jumat (21/1/2011)
Pemain asal Argentina ini menyatakan, apa yang dilakukan wasit bukan hanya merusak laga. Lebih jauhnya, Pablo mengaku perilaku wasit yang bobrok secara langsung telah merusak persepakbolaan di Indonesia. "Yang rusak bukan cuma kita, tapi juga sepakbola Indonesia," ujarnya.
Hal yang sama juga dirasakan Isnan Ali. Pemain yang saat laga berposisi sebagai sayap kiri ini mengaku sakit hati dengan keputusan wasit asal Jakarta tersebut. Menurut Isnan, jika tidak dikerjai wasit, maka permainan akan berjalan menarik.
"Bahkan kita optimistis bisa menang atau minimalnya kita imbang. Tapi keputusan wasit malah banyak yang merugikan kita dan akhirnya membuat permainan menjadi kotor. Disiarkan langsung saja begini, apalagi kalau tidak," pungkas Isnan.
(Achmad Firdaus)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.