MALANG – Arema Indonesia memang luar biasa. Hanya dengan bermodal janji, klub ini bisa mengikat sekian banyak pemain untuk Indonesia Super League (ISL) 2010-2011. Bahkan hingga kini pemain belum menandatangani klausul kontrak.
Pemain baru menandatangani nota kesepahaman yang menyatakan mereka bersedia memperpanjang kontrak untuk musim depan. Sedangkan penandatanganan klausul sekaligus uang muka kontrak sebesar 25% sampai sekarang belum ada.
“Belum ada kok (uang muka kontrak). Manajemen berjanji sebelum lebaran dan kita masih menunggu. Mungkin dalam waktu dekat karena kabarnya manajemen masih mencari dana,” kata seorang pemain Singo Edan yang enggan namanya dicantumkan.
Kendati demikian para pemain cukup bisa menerima dan memahami kondisi Arema sekarang. Selain belum mempunyai sumber dana yang jelas, Arema kabarnya juga masih menyisakan hutang gaji sejumlah pemain yang belum sempat terbayar akhir musim lalu.
Dari pemain yang sudah menandatangani nota kesepahaman, diperkirakan membutuhkan uang muka kontrak sebesar Rp3-4 miliar. Itu jika estimasi kontrak pemain asing rata-rata Rp800 juta dan pemain domestik di kisaran Rp400-450 juta.
Dihubungi kemarin, Ketua Dewan Pembina Arema Indonesia Andi Darussalam Tabusala menuturkan, pemain tidak perlu cemas dengan kondisi timnya. Ia memastikan Arema tidak akan mangkir dari tanggungjawab dan akan memberikan hak pemain secepatnya.
“Pemain harus ingat kita adalah tim independen atau bukan milik pemerintah dan harus mencari dana sendiri. Itu tidak mudah. Saya memberi garansi pemain akan menerima haknya secepat mungkin. Manajemen terus mengupayakan,” kata Andi.
Orang nomor satu di Badan Liga Indonesia (BLI) ini paham pemain membutuhkan uang kontrak untuk kebutuh hidup. Untuk itulah manajemen rencananya akan membayar hak pemain dalam beberapa hari ke depan, sesuai janji sebelumnya yakni sebelum lebaran.
Arema Indonesia, musim ini agak terjepit setelah tak lagi mendapat subsidi dari PT Bentoel. Musim lalu tim milik Aremania tersebut masih mendapatkan suntikan dana Rp7,5 miliar. Sedangkan khusus untuk musim mendatang, Arema harus benar-benar mandiri.
Arema beruntung karena pelatih Miroslav Janu tidak rewel dengan situasi rumit di tubuh Arema. Nampaknya pelatih asal Republik Ceska ini sudah memahami sepakbola dan kondisi klub di Indonesia. Tak seperti Robert Albert yang langsung bereaksi kala klub kesulitan finansial.
(Hendra Mujiraharja)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.