Penghentian laga tersebut mendapat respons keras dari manajemen FC Utrecht. Klub tuan rumah menyatakan akan mengusut insiden tersebut dan mengambil tindakan terhadap pihak yang terbukti terlibat.
"Kami kecewa. Apa yang seharusnya menjadi malam sepakbola yang indah berakhir dengan cara yang mengerikan seperti ini. Terutama pelemparan kembang api ke arah lapangan yang tidak dapat ditoleransi dan membahayakan," kata Direktur Umum FC Utrecht, Edo Keuning, dikutip dari laman resmi FC Utrecht
Keuning memastikan FC Utrecht akan menggunakan rekaman kamera pengawas untuk mengidentifikasi pelaku. Klub juga berjanji mengambil langkah tegas terhadap suporter yang terlibat dalam kerusuhan tersebut.
"Kami memiliki rekaman dan akan melakukan segalanya untuk mengidentifikasi pelaku serta mengambil tindakan yang tepat," tutup Edo Keuning.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.