Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Respons Luciano Spalletti Lihat Juventus Tetap Dicemooh meski Menang 2-0 atas Parma di Liga Italia 2026-2027

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Minggu, 30 Agustus 2026 |08:59 WIB
Respons Luciano Spalletti Lihat Juventus Tetap Dicemooh meski Menang 2-0 atas Parma di Liga Italia 2026-2027
Suasana laga Juventus vs Parma di Liga Italia 2026-2027. (Foto: Instagram/juventus)
A
A
A

TURIN Juventus sukses mengamankan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Parma di Allianz Stadium, pada Minggu (30/8/2026) dini hari WIB. Kendati demikian, hasil positif di matchday kedua Liga Italia 2026-2027 tersebut tetap tidak lepas dari sorotan tajam serta cemoohan suporter di paruh pertama pertandingan.

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti secara terbuka melontarkan pembelaan terhadap anak asuhnya. Ia menegaskan Bianconeri –julukan Juventus– tampil sangat apik meskipun banyak pihak luar memberikan penilaian miring terhadap jalannya laga.

1. Dapat Cemoohan Fans

Babak pertama sempat berjalan penuh frustrasi bagi si Nyonya Tua hingga memicu kekecewaan penonton di stadion. Situasi semakin memanas ketika Jonathan David harus ditarik keluar lapangan dan mendapat sambutan negatif dari tribun penonton.

Peruntungan Juventus berubah drastis memasuki babak kedua berkat kejeniusan sang pelatih dalam meramu taktik pergantian pemain. Para pemain yang diturunkan dari bangku cadangan terbukti menjadi pembeda mutlak di atas lapangan.

Juventus vs Parma. (Foto: Instagram/juventus)
Juventus vs Parma. (Foto: Instagram/juventus)

Nico Gonzalez langsung menghadirkan teror bagi lini pertahanan Parma sejak menginjakkan kaki di rumput hijau. Penyerang asal Argentina itu sempat memaksa kiper lawan melakukan penyelamatan gemilang, melepaskan tembakan yang membentur tiang, hingga akhirnya sukses mencetak gol pembuka lewat bola muntah.

Tekanan intensif yang terus diperagakan oleh Nico Gonzalez juga berbuah manis jelang pertandingan berakhir. Situasi tersebut berujung pada terciptanya gol kedua Juventus yang dicetak oleh Teun Koopmeiners, yang juga masuk sebagai pemain pengganti.

2. Tanggapan Spalletti

Menanggapi kritik publik, Spalletti menilai bahwa masyarakat sering kali hanya melihat hasil akhir tanpa menghargai proses permainan. Padahal ia melihat perjuangan para pemain Juventus sangat luar biasa.

 

 "Saya juga sangat menyukai babak pertama. Memang benar kami kesulitan mencari ruang tembak dan sempat tampil agak kacau dengan 20 umpan silang," ujar Spalletti kepada DAZN Italia, dikutip Minggu (30/8/2026).

Pelatih berpengalaman itu menambahkan bahwa secara keseluruhan timnya mampu mendominasi jalannya laga dengan motivasi tinggi.

"Ada satu penyelamatan hebat dari Guglielmo Vicario, karena saya mendengar orang-orang bilang hasil akhir meragukan dan Juventus mengecewakan, padahal sundulan itu adalah satu-satunya peluang yang dimiliki Parma," tegasnya.

Juventus vs Parma. (Foto: Instagram/juventus)
Juventus vs Parma. (Foto: Instagram/juventus)

Di balik kemenangan tersebut, Juventus kini harus menghadapi krisis cedera parah yang melanda skuad utama mereka. Kenan Yildiz harus absen selama dua hingga tiga bulan akibat patah tulang metatarsal, sementara Weston McKennie dan Khephren Thuram turut masuk daftar meja hijau.

Kondisi Thuram bahkan dikhawatirkan memerlukan tindakan operasi lanjutan yang memaksa klub bergerak di bursa transfer.

"Jika situasi Thuram terkonfirmasi, maka kami membutuhkan seorang pemain di lini tengah," pungkas Spalletti.

(Rivan Nasri Rachman)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement