Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PSIM Yogyakarta Dapat Bahan Evaluasi Penting Usai Uji Coba Lawan Bali United

Cikal Bintang , Jurnalis-Senin, 24 Agustus 2026 |02:25 WIB
PSIM Yogyakarta Dapat Bahan Evaluasi Penting Usai Uji Coba Lawan Bali United
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, mendapat bahan evaluasi penting usai menggelar laga uji coba kontra Bali United (Foto: i.League)
A
A
A

YOGYAKARTA – Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, mendapat bahan evaluasi penting usai menggelar laga uji coba kontra Bali United. Partai tersebut dilangsungkan di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Sabtu 22 Agustus 2026 pagi WIB.

Pertandingan tersebut menggunakan format 45 menit x 2 serta tambahan satu babak selama 30 menit. PSIM menurunkan komposisi pemain berbeda pada 90 menit pertama dan babak tambahan untuk melihat kesiapan seluruh anggota skuad.

1. Apresiasi

PSIM Yogyakarta berujicoba dengan Persekabpas psimjogja_official

Van Gastel mengapresiasi kerja keras para pemain selama pertandingan. Ia menilai timnya mampu menunjukkan permainan yang cukup baik meski masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperbaiki.

“Menurut saya, kami bermain dengan baik. Pada akhir pertandingan 90 menit pertama, kami mengalami beberapa kendala fisik,” kata van Gastel, dikutip dari laman resmi i.League, Senin (24/8/2026).

“Namun, hal itu wajar karena persiapan Bali United dimulai dua minggu lebih awal daripada kami,” sambung pria asal Belanda itu.  

Van Gastel menilai skema permainan yang diterapkan PSIM sudah berjalan sesuai dengan rencana tim pelatih. Organisasi pertahanan juga dinilai cukup solid, meski efektivitas penyelesaian akhir pada babak tambahan masih menjadi pekerjaan rumah.

“Secara keseluruhan saya puas dengan cara bermain dan cara bertahan yang kami terapkan. Saya puas, dan untuk para pemain yang tampil di babak akhir,” ujar van Gastel. 

Mantan asisten Giovanni van Bronckhorst itu juga menyoroti sejumlah peluang yang diperoleh PSIM pada babak tambahan. Menurutnya, beberapa peluang tersebut seharusnya dapat dikonversi menjadi gol oleh para pemain.

“Kami sempat berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang sebanyak dua atau tiga kali. Peluang-peluang tersebut seharusnya berbuah gol,” kata van Gastel.

“Oleh karena itu, saya rasa dalam hal tersebut kami masih harus berbenah karena meskipun menciptakan banyak peluang di babak akhir, kami tidak mampu menyelesaikannya dengan baik," sambungnya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement