Nantinya, I.League selaku operator kompetisi juga akan memberikan subsidi kepada enam klub peserta. Vivin meyakini, dukungan tersebut akan membantu finansial klub untuk memboyong pemain berkualitas.
"Tapi kalau levelnya yang pernah main di Piala Dunia mungkin tarifnya lebih banyak, perlu klub dari liga yang ikut liga juga subsidi. Ya kami serahkan semua ke kemampuan dari masing-masing klub untuk cari pemain asingnya," tutur Vivin.

Selain regulasi pemain asing, IWL musim perdana juga akan menerapkan sistem khusus demi menjaga keseimbangan kekuatan antarklub. Salah satu sistemnya adalah penerapan kurasi dan grading terhadap pemain yang akan memperkuat klub peserta.
“Kenapa kami juga melakukan analisa dan kajian dari semua pemain, termasuk grading pemain. Ada sekira 250-an pemain di mana akhirnya kami grading dengan kriteria yang sudah kami tentukan,” kata CEO IWL, Teddy Tjahjono.
Para pemain tersebut nantinya akan dibagi dalam dua kategori yakni Grade A dan Grade B. Proses pembagian dilakukan melalui perundingan bersama para pemilik klub guna memastikan seluruh peserta menerima sistem yang akan diterapkan. Selain pemain asing dan diaspora, setiap klub juga diwajibkan memiliki sedikitnya satu pemain berlabel Timnas Putri Indonesia.
(Wikanto Arungbudoyo)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.