Saat Kone dibawa keluar lapangan dengan tandu, ia menerima sambutan meriah dari penonton tuan rumah sambil melambaikan tangan.
"Semua orang sangat terpukul ketika itu terjadi, tetapi kami harus menemukan cara untuk tetap fokus. Kami tahu bahwa Ismael ingin kami menyelesaikan pekerjaan ini. Ada banyak pikiran yang terlintas di kepala kami saat ini. Kami semua memikirkan dia, tetapi kami semua sangat bangga dengan diri kami sendiri," ucap Marsch.
Saat peluit akhir dibunyikan, tampaknya terjadi perselisihan di lapangan antara bangku cadangan Kanada dan Qatar. Meskipun Marsch tidak mau menjelaskan detail dari kedua insiden tersebut. Ia mengecam reaksi dari pihak lawan.
"Pemain tersebut meminta maaf kepada Ismael, seperti datang ke ruang ganti dan meminta maaf kepadanya, dan Ismael memberi tahu tim atau memberi tahu tim bahwa hal itu telah terjadi," katanya.
"Jadi, saya rasa dia tidak bermaksud melakukan tekel yang begitu brutal atau situasi yang mengerikan. Saya tidak menyalahkannya untuk itu, tetapi saya tidak mengerti reaksi dari seluruh bangku cadangan mereka yang mencoba memulai perkelahian tentang kartu merah padahal pelanggaran jelas baru saja terjadi yang menyebabkan kaki pemain patah," ucapnya
Nathan Saliba -- yang menggantikan Koné pada menit ke-57 -- mengangkat baju Kone sebagai selebrasi setelah mencetak gol keempat timnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.