JAKARTA - Arsenal mengalami kekalahan menyakitkan dari PSG dalam final Liga Champions 2025-2026 yang dihelat di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026). The Gunners harus mengakui keunggulan PSG lewat drama adu penalti yang berkesudahan dengan skor 3-4.
Pertandingan terpaksa berlanjut ke babak tos-tosan setelah kedua tim sama kuat dalam waktu normal dan 2 babak tambahan. Keunggulan Arsenal pada menit ke-6 melalaui Kai Haverts disamakan oleh Ousmane Dembele pada menit ke-65 melalui titik penalti.
Pertandingan kemudian berlanjut ke titik penalti. Di babak tos-tosan inilah tim asuhan Luis Enrique berhasil memenangi laga dan mendapatkan trofi kedua kalinya secara beruntun.
Hal itu setelah keempat pemain PSG berhasil mengeksekusi sepakan 12 pas dengan sempurna. Hanya Nuno Mendes yang gagal menyarangkan bola.
Sementara di kubu Arsenal, 2 eksekutor gagal melaksanakan tugasnya. Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes gagal mengeksekusi penalti dalam laga krusial tersebut.
Usai pertandingan, gelandang Arsenal, Declan Rice, angkat bicara soal kekalahannya timnya. Ia menyebut kekalahan tersebut merupakan hal kejam.
"Emosi dan taruhannya sangat tinggi. Ini kejam. Dia (Arteta, pelatih Arsenal) berbicara tentang betapa dia mencintai kami sebagai sebuah tim. Bagaimana kami telah memberikan 100 persen di setiap pertandingan dengan semua yang telah dilemparkan kepada kami," katanya melansir Sky Sports, Minggu (31/5/2026).
Meski kecewa berat, Rice tetap optimistis dengan perkembangan timnya. Pasalnya, dari dalam beberapa tahun belakangan, prestasi Arsenal di kancah Liga Champions terus membaik.
"Ini baru permulaan bagi kami. Kami berhasil melewati Premier League, ini akan menjadi satu langkah lebih jauh tetapi tidak terjadi. Kami terus membangun," ucapnya.