JEPANG datang ke Piala Dunia 2026 bukan sebagai tim yang mencari pengakuan, mereka datang sebagai tim yang sudah tidak sabar untuk membuktikan bahwa mereka bukan lagi sekadar kuda hitam.
Uniknya, tim yang pernah berhadapan dengan timnas Indonesia ini menegaskan dominasinya di kawasan Asia dengan mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026 lebih cepat dibanding negara lain seperti tiga tuan rumah Piala Dunia 2026, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Di samping itu, kepastian tersebut diraih setelah mereka tampil dominan dan keluar sebagai juara grup kualifikasi zona Asia.
Dalam sejarah Piala Dunia, Jepang baru tampil perdana pada 1998 dan tidak pernah absen sejak saat itu — sebuah konsistensi yang mencerminkan betapa cepatnya perkembangan sepak bola negara ini.
Mereka berhasil melaju ke babak 16 besar pada 2002, 2010, 2018, dan 2022, namun selalu terhenti di titik yang sama.
Momen paling ikonik datang di Qatar 2022, ketika Jepang mengejutkan dunia dengan mengalahkan raksasa Jerman dan Spanyol untuk keluar sebagai juara grup, sebelum akhirnya tersingkir lewat adu penalti melawan Kroasia di babak 16 besar.
Sosok di balik transformasi Jepang adalah Hajime Moriyasu, ya pelatih berusia 57 tahun itu memegang kendali tim nasional sejak 2018. Di bawah tangannya, Jepang menemukan stabilitas taktis, intensitas kompetitif, dan mentalitas yang jauh lebih ambisius dibandingkan generasi-generasi sebelumnya.
Fakta menarik lainnya yaitu ada satu nama yang wajib disebut secara khusus: Yuto Nagatomo, bek veteran berusia 39 tahun, akan tampil di Piala Dunia kelimanya secara berturut-turut dan menjadikannya pemain Jepang pertama sepanjang sejarah yang mencapai pencapaian luar biasa tersebut.