JAKARTA – Keberhasilan Timnas Futsal Indonesia menembus peringkat 14 dunia dalam rilis terbaru FIFA per Jumat 8 Mei 2026 disambut dengan refleksi mendalam oleh sang pelatih, Hector Souto. Alih-alih hanya berpesta atas pencapaian historis tersebut, pelatih asal Spanyol ini justru memberikan catatan kritis terkait kondisi fondasi futsal di Tanah Air.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Souto mengakui meski angka tersebut sangat membanggakan, peringkat FIFA terkadang bersifat artifisial dan tidak mencerminkan realitas seutuhnya. Ia menyoroti fenomena unik di mana Indonesia bisa melesat ke jajaran elit dunia justru di tengah keterbatasan struktur kompetisi yang ideal.
"Kita berhasil sampai di titik ini hampir tanpa sistem kompetisi yang terstruktur, tanpa sistem nasional yang nyata untuk deteksi dan pengembangan talenta, dan hanya dengan turnamen-turnamen sporadis di berbagai daerah," tulis Souto, di instagram pribadinya @souto.h, Sabtu (9/5/2026).
Souto pun menyayangkan banyaknya talenta yang layu sebelum berkembang karena tidak mendapatkan kesempatan yang layak selama bertahun-tahun.
Souto menekankan pencapaian ini bukanlah sebuah keberhasilan sesaat yang bisa dibiarkan berjalan tanpa evaluasi. Baginya, posisi 14 dunia harus menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari federasi, klub, sekolah, hingga pemerintah, untuk mulai bekerja secara sistematis dengan visi yang sama.
Souto meyakini jika potensi besar yang dimiliki Indonesia dikelola dengan organisasi yang baik dan minim ego, masa depan futsal Indonesia akan jauh lebih besar dari yang ada sekarang.
"Sekarang bayangkan apa yang bisa dicapai Indonesia jika kita benar-benar bersatu. Ini membutuhkan organisasi, struktur, dan kerja sistematis. Kita bisa," tambahnya.
Pernyataan ini menjadi pengingat prestasi di lapangan harus dibarengi dengan perbaikan manajerial agar rantai pembinaan atlet tidak terputus dan mampu bersaing dalam kondisi yang lebih ideal di masa mendatang.
Loncatan peringkat Timnas Futsal Indonesia dari posisi 24 ke 14 dunia merupakan dampak langsung dari performa impresif dalam lima bulan terakhir. Di bawah komando Souto, Timnas Futsal Indonesia berhasil mengamankan medali emas SEA Games 2025 di Thailand setelah menggilas tuan rumah dengan skor telak 6-1 di partai penentu.
Tren positif berlanjut saat Timnas Futsal Indonesia menjadi tuan rumah Piala Asia Futsal 2026. Skuad Garuda mencetak sejarah sebagai runner-up benua kuning setelah melalui drama adu penalti melawan raksasa Iran di final.
Dalam perjalanannya, Timnas Futsal Indonesia mampu menumbangkan tim-tim kuat seperti Jepang dan Vietnam. Prestasi ini kemudian dilengkapi dengan posisi kedua di Piala AFF Futsal 2026 meski hanya menurunkan pemain pelapis.
Saat ini, Timnas Futsal Indonesia memantapkan posisinya sebagai kekuatan baru dengan menempati peringkat keempat di Asia, hanya berada di bawah Iran (5), Thailand (11), dan Jepang (12). Di level Asia Tenggara, Timnas Futsal Indonesia kini membuntuti Thailand sebagai kekuatan kedua paling diperhitungkan di kawasan tersebut.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.