Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Arsenal dan Bayern Munich Dirugikan karena Aturan Aneh Handball di Liga Champions, Legenda Inggris Semprot UEFA

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Kamis, 30 April 2026 |08:58 WIB
Arsenal dan Bayern Munich Dirugikan karena Aturan Aneh Handball di Liga Champions, Legenda Inggris Semprot UEFA
Momen Julian Alvarez melakukan tendangan penalti di laga Atletico Madrid vs Arsenal. (Foto: UEFA)
A
A
A

LEGENDA sepak bola Inggris, Steve McManaman, meluapkan kekesalannya terhadap standar aturan handball yang diterapkan UEFA di kompetisi antarklub Eropa seperti di Liga Champions. Mantan pemain Real Madrid dan Liverpool tersebut secara terang-terangan mendesak otoritas tertinggi sepak bola Eropa itu untuk segera menghapus atau merombak aturan yang ia labeli sebagai mengerikan tersebut.

Pertandingan Liga Champions secara live dapat disaksikan streaming di Vision+ channel beIN Sport dengan klik di sini.

Keresahan McManaman mencuat setelah munculnya dua keputusan penalti kontroversial dalam laga leg pertama semifinal Liga Champions 2025-2026 tengah pekan ini. Arsenal dan Bayern Munich menjadi pihak yang paling dirugikan setelah pemain mereka, Ben White dan Alphonso Davies, dianggap melakukan pelanggaran handball yang berujung fatal pada hasil akhir pertandingan leg pertama.

1. Ketimpangan Standar

Salah satu poin utama yang disoroti McManaman adalah adanya perbedaan mencolok antara kriteria handball di Liga Inggris dengan turnamen UEFA. Menurutnya, wasit di kompetisi Eropa kini terlalu mudah memberikan penalti untuk kontak bola dengan tangan yang sebenarnya tidak disengaja atau merupakan konsekuensi gerakan tubuh alami.

“Aturan handball ini sebenarnya merusak sepak bola. Apa yang terjadi semalam pada Alphonso Davies dan malam ini (pada Ben White) sangatlah buruk,” ujar McManaman saat berbicara di TNT Sports, dikutip dari Standard, Kamis (30/4/2026).

Atletico Madrid vs Arsenal. (Foto: UEFA)
Atletico Madrid vs Arsenal. (Foto: UEFA)

McManaman merujuk pada insiden Davies di laga Paris Saint-Germain (PSG) vs Bayern Munich, di mana bola hasil tendangan Ousmane Dembele sempat berbelok arah setelah mengenai paha pemain sebelum menyentuh lengannya. Dalam laga tersebut, Bayern pun akhirnya kalah dengan skor 4-5.

 “Hal yang menyedihkan adalah adanya ketidaksesuaian antara apa yang terjadi di level Premier League (Liga Inggris) dan di Eropa. Jaraknya semakin menjauh karena mereka memberikan penalti untuk segalanya sekarang,” tambah McManaman.

 

2. Dampak Fatal di Fase Krusial

Keputusan penalti tersebut terbukti mengubah peta persaingan di babak empat besar Liga Champions 2025-2026. Akibat penalti tersebut, Arsenal yang awalnya unggul harus puas bermain imbang 1-1 melawan Atletico Madrid pada Kamis (30/4/2026) dini hari WIB, sementara Bayern Munich harus menelan kekalahan tipis 4-5 saat bertandang ke markas PSG.

Atletico Madrid vs Arsenal. (Foto: UEFA)
Atletico Madrid vs Arsenal. (Foto: UEFA)

McManaman menilai sangat ironis jika laga sekelas semifinal Liga Champions harus ditentukan oleh aturan yang dianggapnya cacat secara logika olahraga.

“Mereka hanya perlu membuangnya (aturan tersebut). Urusan handball ini merusak permainan. Bayangkan harus mengatakan hal seperti ini di tengah laga semifinal Liga Champions,” pungkas McManaman.

(Rivan Nasri Rachman)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement