Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penalti Arsenal Dianulir di Markas Atletico Madrid, Steven Gerrard dan Ally McCoist Kompak Sebut Ada Konspirasi

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Kamis, 30 April 2026 |07:59 WIB
Penalti Arsenal Dianulir di Markas Atletico Madrid, Steven Gerrard dan Ally McCoist Kompak Sebut Ada Konspirasi
Suasana laga Atletico Madrid vs Arsenal di Liga Champions 2025-2026. (Foto: UEFA)
A
A
A

MADRID – Pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions 2025-2026 antara Atletico Madrid vs Arsenal di Wanda Metropolitano berakhir imbang 1-1, namun sorotan utama justru tertuju pada drama di luar teknis permainan. Dua legenda sepak bola yang bertugas sebagai pandit TNT Sports, Steven Gerrard dan Ally McCoist, melontarkan teori yang sama mengenai alasan wasit Daniele Makkelie membatalkan penalti krusial bagi Arsenal di pengujung laga.

Pertandingan Liga Champions secara live dapat disaksikan streaming di Vision+ channel beIN Sport dengan klik di sini.

Laga ini memang tidak banjir gol seperti drama 5-4 antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Bayern Munich di semifinal lainnya, tetapi tensi di Madrid tetap memuncak melalui tiga insiden penalti. Viktor Gyokeres lebih dulu membawa Arsenal unggul lewat titik putih, sebelum kemudian Julian Alvarez menyamakan kedudukan bagi Atletico, yang juga melalui penalti, akibat pelanggaran handball Ben White.

1. Intimidasi Diego Simeone di Pinggir Lapangan

Kontroversi memuncak saat Eberechi Eze dijatuhkan di kotak terlarang pada menit-menit akhir. Wasit awalnya menunjuk titik putih, namun mengubah keputusannya setelah meninjau monitor VAR.

Ally McCoist menjadi orang pertama yang mengutarakan kecurigaannya bahwa atmosfer stadion dan perilaku pelatih Atletico, Diego Simeone, telah memengaruhi psikologis sang pengadil.

"Saya punya dugaan kecil; saya rasa jika kejadian itu terjadi di kotak penalti lawan (Arsenal), penalti itu akan tetap diberikan," cetus McCoist, mengutip dari Give Me Sport, Kamis (30/4/2026).

Atletico Madrid vs Arsenal. (Foto: UEFA)
Atletico Madrid vs Arsenal. (Foto: UEFA)

Teori ini langsung diamini oleh Steven Gerrard yang menilai posisi Simeone saat wasit mengecek VAR sangatlah strategis. Mantan bek Arsenal, Martin Keown, bahkan lebih lugas dengan menyebut wasit tunduk di bawah tekanan.

"Simeone memainkan peran besar. Dia berada tepat di jarak pandang wasit saat ia berjalan menuju layar monitor," tambah Gerrard.

 

2. Leg Kedua Bakal Makin Panas

Steve McManaman yang juga berada di panel tersebut mengecam aksi Simeone dengan sebutan menjijikkan, meski pada akhirnya seluruh panel sepakat bahwa pelatih asal Argentina itu adalah maestro ilmu hitam dalam sepak bola. Perilaku ekspresifnya di pinggir lapangan dianggap sebagai bagian dari performa yang bertujuan merusak fokus lawan maupun wasit.

Atletico Madrid vs Arsenal. (Foto: UEFA)
Atletico Madrid vs Arsenal. (Foto: UEFA)

Meski gagal mengunci kemenangan akibat keputusan yang diperdebatkan tersebut, Mikel Arteta dan anak asuhnya tetap membawa modal positif. Hasil 1-1 di laga tandang membuat Arsenal memiliki peluang besar untuk melangkah ke final pertama mereka sejak 2006 yang akan digelar di Puskes Arena, Budapest.

Dengan dominasi penguasaan bola yang ditunjukkan di Madrid, Arsenal kini menatap leg kedua di Emirates Stadium dengan kepercayaan diri tinggi untuk mengincar trofi Liga Champions perdana mereka. Leg kedua pun akan dimainkan pada Rabu 6 Mei 2026 mendatang.

(Rivan Nasri Rachman)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement