TURNAMEN Piala Dunia 2026 yang merupakan edisi ke-23 ini akan mencetak sejarah baru karena diikuti oleh 48 negara dan digelar di tiga negara sekaligus, Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026, ajang ini bukan hanya panggung bagi raksasa seperti juara bertahan Argentina, melainkan juga kesempatan bagi tim-tim kejutan untuk unjuk gigi.
Setelah Maroko sukses mengguncang dunia dengan menjadi tim Afrika pertama yang menembus semifinal di Piala Dunia 2022 Qatar, publik kini mencari siapa Singa Atlas –julukan Timnas Maroko– selanjutnya.
Ekuador datang dengan reputasi pertahanan yang sangat rapat. Dengan Moises Caicedo sebagai jenderal di lini tengah, mereka adalah tim yang sangat sulit ditembus dan diprediksi akan sangat merepotkan bagi Jerman, Curaco, hingga Pantai Gading di Grup E.
Meski masih mengandalkan sosok veteran Enner Valencia di lini depan, kolektivitas tim ini diprediksi bisa merepotkan tim besar. Jangan kaget jika tim sekelas Jerman nantinya akan dibuat frustrasi oleh kedisiplinan pemain Ekuador dalam cuaca panas Amerika Utara nanti.
Sebagai salah satu tim pertama yang lolos ke putaran final 2026, Jepang bukan lagi tim yang bisa dipandang sebelah mata. Sukses menumbangkan Jerman dan Spanyol di edisi sebelumnya, Samurai Biru kini memiliki skuad yang lebih matang secara taktik dan teknis.
Dengan kemenangan terbaru atas Brasil (3-2) dan Inggris (1-0) di laga persahabatan, Jepang berambisi kuat untuk menembus babak perempatfinal untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Perjalanan skuad Hajime Moriyasu akan diawali dari Grup F dengan melawan Belanda, Swedia, dan Tunisia.
Setelah absen di Piala Dunia 2022 Qatar, Kolombia kembali dengan kekuatan penuh. Berstatus sebagai runner-up Copa America 2024, mereka bahkan sukses membalas dendam dengan mengalahkan Argentina beberapa bulan setelah final tersebut.
Mengandalkan sisa-sisa kejayaan James Rodriguez serta ketajaman Luis Diaz dan Jhon Duran, Kolombia punya potensi besar untuk melangkah jauh jika mampu menjaga konsistensi mereka.
Untuk pertama kalinya sejak 1998, Norwegia kembali ke panggung dunia setelah tampil impresif di kualifikasi, termasuk dua kali menumbangkan Italia. Sorotan utama tentu ada pada duet maut Martin Odegaard dan Erling Haaland.
Nama terakhir diprediksi akan menjadi kandidat kuat peraih Sepatu Emas (Golden Boot). Meskipun sering dianggap terlalu dibesar-besarkan, kualitas individu pemain Norwegia di liga-liga top Eropa bisa menjadi pembeda di setiap laga.
Posisi pertama tetap ditempati oleh Maroko. Alih-alih meredup pasca-Piala Dunia 2022, Singa Atlas justru terlihat semakin kuat. Bergabungnya Brahim Diaz yang beralih kewarganegaraan dari Spanyol, ditambah talenta muda seperti Amine Adli dan Eliesse Ben Seghir, membuat lini serang mereka kian tajam.
Dengan organisasi pertahanan yang tetap solid, Maroko bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan penantang serius yang siap mengulangi, atau bahkan melampaui keajaiban di Qatar.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.