ASISTEN pelatih Dewa United, Firman Utina, menyindir pelatih kiper Bhayangkara FC U-20, Ferdiansyah, yang baku pukul dengan pemain Dewa United U-20. Firman Utina menyebut Ferdiansyah jangan ketiduran saat mengambil lisensi kepelatihan, agar bisa belajar sama-sama dengan pelatih lain.
“Kamu tuh pelatih, bukan pemain. Makanya kursus jangan tidur supaya belajar sama-sama. Ini bukan zaman lo main. Nanti kita ketemu ya coach,” kata Firman Utina di akun Instagram-nya, @firmanutina1515, sembari menampilkan foto Ferdiansyah baku pukul dengan pemain Dewa United U-20.
Keributan di atas juga melibatkan pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto. Pesepakbola 17 tahun itu melepaskan tendangan ke bahu pemain Dewa United U-20, Rakha. Kabarnya akibat tendangan Fadly Alberto, Rakha mengalami dislokasi bahu.
“Terima kasih atas perjuangan luar biasa, anak-anak hebat. Kalian bermain dengan penuh kesabaran, kerja keras, dan hati,” kata Firman Utina.
“Lekas pulih Rakha. Kami semua menunggu kamu kembali lebih kuat,” lanjut mantan gelandang andalan Timnas Indonesia ini.
Sebelum menendang Rakha, Fadly Alberto disebut menendang lebih dulu pemain Dewa United U-20, Mohamad Ridwan, yang duduk di bangku cadangan.
“Sebelum terjadi tendangan kungfu yang viral, pemain Bhayangkara FC U-20 dengan nomor punggung (24) juga lebih dahulu melakukan terjangan ke pemain Dewa United di bench yaitu nomor punggung (158) Mohamad Ridwan. Setelahnya di video tendangan yang viral kepada nomor punggung (130) Rakha,” tulis akun @smgfootball.
Menurut COO Bhayangkara Sumardji, Fadly Alberto melakukan aksi tidak terpuji karena mendapatkan perlakuan rasisme dari pemain Dewa United U-20. Meski begitu, Sumardji tidak mendukung keputusan yang dibuat Fadly Alberto.
"Menurut Berto (Fadly Alberto), kan saya telepon Berto. Ada dari bench itu teriakan, 'Berto h*t*m, Berto *onye*t'. Nah, di situlah Berto akhirnya naik darah marah dan dia melakukan tendangan itu," ucap Sumardji kepada Okezone, Senin (20/4/2026).
"Tapi apa pun saya bilang, itu tidak dibenarkan dan itu tidak boleh dilakukan. Ya, itu tidak boleh dilakukan (menendang lawan). Jadi, menurut saya dengan kejadian ini, tentu Berto ya harus bisa mengevaluasi diri dan harus menerima keputusan Komdis yang pasti akan diserahkan sanksi kepada Berto," tutup Sumardji.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.