“Sebelum terjadi tendangan kungfu yang viral, pemain Bhayangkara FC U-20 dengan nomor punggung (24) juga lebih dahulu melakukan terjangan ke pemain Dewa United di bench yaitu nomor punggung (158) Mohamad Ridwan. Setelahnya di video tendangan yang viral kepada nomor punggung (130) Rakha,” tulis akun @smgfootball.
Menurut COO Bhayangkara Sumardji, Fadly Alberto melakukan aksi tidak terpuji karena mendapatkan perlakuan rasisme dari pemain Dewa United U-20. Meski begitu, Sumardji tidak mendukung keputusan yang dibuat Fadly Alberto.
"Menurut Berto (Fadly Alberto), kan saya telepon Berto. Ada dari bench itu teriakan, 'Berto h*t*m, Berto *onye*t'. Nah, di situlah Berto akhirnya naik darah marah dan dia melakukan tendangan itu," ucap Sumardji kepada Okezone, Senin (20/4/2026).
"Tapi apa pun saya bilang, itu tidak dibenarkan dan itu tidak boleh dilakukan. Ya, itu tidak boleh dilakukan (menendang lawan). Jadi, menurut saya dengan kejadian ini, tentu Berto ya harus bisa mengevaluasi diri dan harus menerima keputusan Komdis yang pasti akan diserahkan sanksi kepada Berto," tutup Sumardji.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.