PANGGUNG sepak bola dunia kini memasuki fase yang paling mendebarkan. Menjelang putaran final Piala Dunia 2026 yang akan diikuti oleh 48 kontestan, kini hanya tersisa enam tiket yang masih menjadi rebutan.
Pertarungan hidup-mati ini akan terbagi dalam dua medan utama: jalur kualifikasi Eropa (UEFA) dan jalur play-off antarkonfederasi yang berlangsung di Meksiko. Khusus untuk jalur antarkonfederasi, enam negara dari lima benua berbeda akan bertarung di Guadalajara dan Monterrey, Meksiko.
Dengan sistem single match, babak semifinal akan dimulai pada Jumat, 27 Maret 2026, sementara laga final penentuan kelolosan dijadwalkan berlangsung pada 1 April mendatang. Irak dan Republik Demokratik (RD) Kongo menjadi dua tim yang paling diuntungkan karena langsung menunggu di partai final berkat peringkat FIFA tertinggi di antara para peserta lainnya.
Berdasarkan jadwal yang dirilis, babak semifinal antarkonfederasi pada Jumat (27/3) akan menyuguhkan duel menarik. Di Jalur 1, Kaledonia Baru yang merupakan runner-up zona Oseania (OFC) akan menantang wakil CONCACAF, Jamaika.
Meski Kaledonia Baru berstatus tim non-unggulan dengan peringkat terendah, semangat mereka untuk mencetak sejarah pertama kali lolos ke Piala Dunia patut diwaspadai oleh Jamaika yang lebih berpengalaman. Sementara itu di Jalur 2, wakil Amerika Selatan (CONMEBOL), Bolivia, akan berhadapan dengan Suriname. Pemenang dari laga ini sudah dinanti oleh RD Kongo di partai final.
RD Kongo sendiri melaju ke babak ini dengan catatan impresif setelah menyingkirkan raksasa Afrika seperti Nigeria dan Kamerun. Di sisi lain, Irak yang merupakan pemenang play-off zona Asia (AFC) telah menunggu pemenang laga Kaledonia Baru vs Jamaika untuk memperebutkan satu slot di Grup K yang sudah dihuni oleh Portugal, Uzbekistan, dan Kolombia.
Berbeda dengan sistem antarkonfederasi, Zona Eropa (UEFA) menggelar babak play-off secara mandiri untuk menentukan empat wakil tambahan. Sebanyak delapan pertandingan semifinal di empat jalur berbeda (Path A hingga Path D) akan serentak digelar.