GELARAN FIFA Series 2026 di Jakarta tidak hanya menarik perhatian publik domestik, tetapi juga memancing komentar dari mantan pelatih Timnas Indonesia, Ivan Venkov Kolev. Pria yang kini menangani klub Bulgaria, FC Chernomorets 1919 Burgas tersebut, memberikan pandangan kritis mengenai arah kebijakan teknis Timnas Indonesia menjelang laga kontra Saint Kitts and Nevis, Bulgaria, dan Kepulauan Solomon.
Kolev, yang memiliki memori manis membawa Timnas Indonesia meraih kemenangan di Piala Asia 2004 dan 2007, mengaku sangat antusias melihat pertemuan antara negara asalnya, Bulgaria, dengan Indonesia. Namun, ia memberikan catatan khusus kepada pelatih baru Indonesia, John Herdman, terkait komposisi pemain yang akan diturunkan dalam turnamen yang berlangsung pada 27-30 Maret mendatang tersebut.
Dalam wawancaranya dengan media Bulgaria, Kolev secara blak-blakan menyarankan John Herdman untuk lebih banyak memberikan jam terbang kepada pemain lokal Timnas Indonesia. Menurut pelatih berusia 64 tahun itu, status FIFA Series 2026 yang hanya merupakan laga uji coba membuat urgensi hasil akhir tidak terlalu besar, sehingga menjadi panggung ideal untuk menguji potensi pemain asli daerah.
"Ini adalah pertandingan di mana pelatih dapat mengandalkan lebih banyak pemain [lokal] Indonesia, karena pertandingan seperti ini tidak terlalu penting," ujar Kolev, dikutip dari Darik Radio dan Dsport, Kamis (19/3/2026).
Kolev juga menyinggung adanya keresahan di kalangan suporter terkait dominasi pemain asing atau keturunan yang sempat mencolok di era sebelumnya. Kolev membandingkan pendekatan pelatih asal Korea Shin Tae-yong yang dianggapnya hanya menyisakan sedikit ruang bagi pemain lokal, dengan John Herdman yang ia harapkan membawa tujuan yang lebih luas bagi pengembangan sepak bola nasional.
Di sisi lain, FIFA memberikan sorotan unik terkait kemegahan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang akan menjadi saksi bisu debut John Herdman. Melalui akun resminya, FIFA menyebut SUGBK terlalu jumbo bagi lawan perdana Indonesia, Saint Kitts and Nevis.
Stadion dengan kapasitas 78.000 kursi tersebut diklaim mampu menampung seluruh populasi negara kepulauan Karibia itu yang hanya berjumlah sekitar 46.000 jiwa.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, pun telah memastikan bahwa kualitas rumput dan infrastruktur pendukung di Senayan sudah mencapai standar tertinggi FIFA. Hal ini penting untuk mendukung filosofi permainan John Herdman yang akan menghadapi tantangan fisik khas Inggris dari Saint Kitts and Nevis, hingga disiplin pertahanan Eropa Timur milik Bulgaria.
Erick berharap dukungan penuh dari suporter yang biasanya memenuhi stadion hingga 60-70 ribu orang, seperti yang pernah dirasakan Ivan Kolev, dapat menjadi energi tambahan bagi kebangkitan Skuad Garuda di era baru ini.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.