MEDIA asal Vietnam, Phap Luat, ikut menyoroti rumor liar Tim Nasional (Timnas) Indonesia bakal menggantikan Iran di Piala Dunia 2026. Rumor ini mencuat menyusul isu penarikan diri Iran dari turnamen akbar tersebut akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Namun, benarkah Skuad Garuda memiliki jalur belakang untuk tampil di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko? Secara de facto, langkah Timnas Indonesia telah resmi terhenti di putaran keempat kualifikasi zona Asia.
Kekalahan dalam perebutan tiket lolos langsung di putaran keempat dan playoff antarkonfederasi seharusnya sudah menutup rapat pintu menuju panggung dunia. Meski narasi mengenai mundurnya Iran terus berembus di media sosial, hingga saat ini belum ada dokumen resmi yang dikirimkan ke FIFA, dan badan sepak bola dunia tersebut pun belum memberikan respons formal.
Banyak pihak mulai menghubungkan faktor non-teknis sebagai alasan mengapa Timnas Indonesia tetap terseret dalam perdebatan ini. Salah satu poin yang paling sering disorot adalah keberadaan kantor perwakilan FIFA di Jakarta serta hubungan personal yang erat antara Presiden FIFA, Gianni Infantino, dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Spekulasi yang beredar menyebutkan bahwa Indonesia bisa mendapatkan undangan khusus jika skenario terburuk menimpa Iran. Namun, regulasi FIFA berbicara lain.
Jika sebuah tim mengundurkan diri, FIFA memiliki otoritas penuh untuk memilih pengganti berdasarkan berbagai kriteria, dan tim tersebut tidak wajib berasal dari federasi regional yang sama (AFC).
Dalam konteks prestasi dan sejarah, Italia yang sedang berjuang di playoff Eropa dianggap sebagai kandidat yang jauh lebih masuk akal bagi FIFA untuk menjaga gengsi turnamen ketimbang Timnas Indonesia yang saat ini masih berada di luar peringkat 100 besar dunia.