TANGERANG – Timnas Indonesia U-17 harus tertinggal tipis 1-2 dari China U-17 pada paruh pertama laga uji coba internasional yang digelar di Stadion Indomilk Arena, Rabu (11/2/2026) malam WIB. Pertandingan yang berlangsung sengit ini menjadi ujian penting bagi skuad asuhan Nova Arianto untuk mengukur sejauh mana perkembangan mental dan taktik mereka menghadapi kekuatan besar Asia.
Pertemuan ini merupakan laga kedua setelah pada pekan lalu Skuad Garuda Asia harus menelan kekalahan telak 0-7 dari lawan yang sama. Meski sempat memberikan perlawanan sengit dan berhasil mencetak gol penyeimbang, koordinasi pertahanan Timnas Indonesia U-17 kembali diuji oleh efektivitas serangan para pemain muda Negeri Tirai Bambu tersebut.
Laga baru berjalan delapan menit, gawang Timnas Indonesia U-17 yang dikawal Noah Leo sudah harus kebobolan. Berawal dari skema serangan yang dibangun He Sifan, bola dikirimkan kepada Zhao Songyuan yang sukses mengonversinya menjadi gol pembuka.
Tertinggal 0-1, Skuad Garuda Asia tidak patah arang dan terus berupaya keluar dari tekanan dengan bermain lebih menekan.
Momen yang dinantikan pendukung tuan rumah akhirnya tiba pada menit ke-22. Timnas Indonesia U-17 mendapatkan kesempatan melalui tendangan bebas yang dieksekusi oleh Chico Jericho.
Tendangan keras Chico membentur pagar betis pemain China dan memantul masuk ke gawang mereka sendiri, mengubah skor menjadi imbang 1-1. Namun, kegembiraan itu tidak bertahan lama lantaran China kembali unggul pada menit ke-37 lewat aksi He Sifan yang menutup babak pertama dengan skor 1-2.
Sengitnya jalannya pertandingan ini turut dipantau langsung oleh Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, serta Kepala Pemandu Bakat Sepak bola Indonesia, Simon Tahamata. Keduanya tampak duduk di tribun VIP didampingi Sekjen PSSI Yunus Nusi dan anggota Exco PSSI Erawan untuk mengevaluasi progres individu setiap pemain sebelum terjun ke turnamen resmi.
Rangkaian uji coba ini merupakan bagian dari persiapan matang menuju Piala AFF U-17 yang akan digelar di Indonesia pada April mendatang. Ajang tersebut juga menjadi batu loncatan terakhir bagi tim asuhan Nova Arianto sebelum bertolak ke Arab Saudi untuk bersaing di Piala Asia U-17 2026. Evaluasi mendalam sangat diperlukan mengingat tim ini sebelumnya terhenti di fase grup pada ajang Piala Dunia U-17 2025.
(Rivan Nasri Rachman)