PENGAMAT sepakbola, Mohamad Kusnaeni, menilai bergabungnya Cesar Meylan sebagai salah satu staf pelatih Timnas Indonesia sangat krusial buat John Herdman. Sebab, ia pasti butuh orang yang paham dengan cara kerjanya.
Baru Meylan saja yang masuk dalam staf kepelatihan Timnas Indonesia. Figur asal Swiss itu bisa dibilang merupakan tangan kanan Herdman dan akan bertugas sebagai pelatih fisik.

Meylan diketahui sudah bekerja sama dengan Herdman sejak 2010. Keduanya sukses mengukir sejarah dengan membawa Timnas Kanada lolos Piala Dunia 2022 di Qatar setelah 36 tahun lamanya.
“Kehadiran Meylan sebagai asisten Herdman juga sangat penting. Sebagai pelatih baru Timnas, Herdman memang butuh orang yang paham konsep dan cara kerjanya,” kata Kusnaeni kepada Okezone, dikutip Sabtu (31/1/2026).
Meylan dikenal sebagai sosok elite di bidang pelatihan fisik dan sport performance. Tangan kanan Herdman itu mempunyai keahlian berupa pengelolaan beban latihan, pencegahan cedera, pemulihan, serta optimalisasi performa atlet agar mampu tampil konsisten.
“Latar belakang Meylan sebagai pelatih fisik juga cukup membantu. Filosofi sepakbola Herdman yang banyak menekankan permainan pressing dan high intensity butuh dukungan fisik dan stamina pemain yang memadai,” ucap Kusnaeni.
Bung Kus –sapaan akrabnya- meyakini Meylan akan difokuskan untuk meningkatkan kebugaran skuad Timnas Indonesia. Dengan begitu, para pemain dapat menerapkan filosofi permainan Herdman yang dikenal dengan transisi cepat, pressing agresif, dan penguasaan bola.
“Meylan sepertinya akan diminta Herdman menaikkan level kebugaran para pemain timnas. Dengan kebugaran yang memadai barulah Herdman bisa leluasa menerapkan filosofi sepakbolanya di timnas Indonesia,” terang Kusnaeni.

Satu yang pasti, Kusnaeni mengingatkan kepada publik untuk tidak terburu-buru menilai Herdman. Iajuga mengingatkan kepada PSSI untuk konsisten memberikan dukungan kepada pelatih 50 tahun tersebut.
“Sekarang yang terpenting adalah kesabaran publik melihat Herdman beradaptasi, bekerja, dan berproses membenahi timnas,” pinta Kusnaeni.
“Di sisi lain, PSSI harus konsisten dalam memberikan dukungan dan menilai kinerja sang pelatih. Tidak ada yang instan dalam sepakbola. Semua butuh proses,” pungkasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)