Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Kelam Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Hampir Kehilangan Nyawa Akibat Tindak Kekerasan

Cikal Bintang , Jurnalis-Selasa, 06 Januari 2026 |19:09 WIB
Kisah Kelam Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Hampir Kehilangan Nyawa Akibat Tindak Kekerasan
John Herdman resmi jadi pelatih Timnas Indonesia. (Foto: PSSI)
A
A
A

SOSOK pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, ternyata menyimpan memori kelam yang membentuk mentalitas bajanya di dunia sepak bola. Pelatih asal Inggris ini dilaporkan memiliki masa lalu yang sangat berat, termasuk pengalaman pahit saat berusia 16 tahun ketika ia menjadi korban kekerasan fisik yang nyaris merenggut nyawanya.

PSSI telah resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia pada Sabtu 3 Januari 2026 lalu. Pelatih berusia 50 tahun itu dipercaya untuk menggantikan peran Patrick Kluivert yang diberhentikan pada Oktober 2025 silam.

Berdasarkan laporan media Belanda, Voetbal Nieuws, Herdman dikenal sebagai sosok yang tangguh dengan pendekatan cerdas terhadap para pemainnya. Mantan pelatih Timnas Kanada ini memiliki karakter yang kuat berkat tempaan hidup yang penuh perjuangan sejak kecil.

Karakteristik ini tidak muncul begitu saja, melainkan lahir dari latar belakang masa kecilnya yang diwarnai kekerasan. Voetbal Nieuws mengungkapkan bahwa lingkungan pertumbuhan Herdman di Inggris Utara sangatlah jauh dari kata ideal.

Besar di wilayah Consett, Herdman tumbuh dengan kondisi orang tua yang menghadapi masalah kesehatan mental dan ketergantungan serius. Bahkan, saat masih remaja, ia pernah mengalami penganiayaan yang sangat fatal.

John Herdman (Foto: NOC Canada)
John Herdman (Foto: NOC Canada)

"Dia (John Herdman) tumbuh dengan ayah yang mengidap gangguan bipolar dan ibu yang memiliki masalah kecanduan alkohol," tulis laporan Voetbal Nieuws, Selasa (6/1/2026).

"Pada usia enam belas tahun, ia tinggal di perumahan sosial. Suatu hari di sekolah, ia dipukuli dengan sangat parah sehingga nyawanya sempat terancam," tambah laporan tersebut.

1. Olahraga sebagai Pelarian dari Kekerasan

Di tengah situasi sulit tersebut, tinju dan sepak bola menjadi jalan keluar bagi Herdman untuk bertahan hidup. Ketertarikannya pada aspek mental dan psikologi pemain ternyata berakar dari upayanya memahami dinamika keluarganya yang rumit sejak usia dini.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement