Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Andi Muhammad Guntur, Kiper Timnas Indonesia yang Dibobol 10 Gol Tanpa Ampun oleh Bahrain

Cahyo Yulianto , Jurnalis-Kamis, 10 Oktober 2024 |12:24 WIB
Kisah Andi Muhammad Guntur, Kiper Timnas Indonesia yang Dibobol 10 Gol Tanpa Ampun oleh Bahrain
Andi Muhammad Guntur, kiper Timnas Indonesia saat Garuda terbantai 10-0 oleh Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2014. (Foto: Instagram/a.m.guntur)
A
A
A

KISAH Andi Muhammad Guntur, kiper Timnas Indonesia yang dibobol 10 gol tanpa ampun oleh Bahrain menarik untuk diulas. Pasalnya, memori buruk itu akan dapat terbalaskan malam ini.

Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong akan bertandang ke Bahrain National Stadium, Kamis (10/10/2024) pukul 23.00 WIB dalam matchday ketiga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Laga ini menjadi laga wajib menang bagi kedua tim untuk memuluskan langkah ke Piala Dunia 2026.

Timnas Indonesia datang dengan modal cukup apik, yakni belum pernah kalah dalam dua laga terakhir. Ditambah, dua tim sebelumnya yang dihadapi adalah Arab Saudi dan Australia yang notabene adalah tim raksasa Asia.

Sayangnya, meski datang dengan modal cukup baik, skuad garuda juga memiliki memori kelam di stadion yang akan menjadi venue Indonesia vs Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026 ini.

Bagaimana tidak? Pada Kualifikasi Piala Dunia 2014 yang digelar 12 tahun lalu Indonesia dibobol 10 gol tanpa ampun. Adalah Andi Muhammad Guntur, kiper yang kala itu harus merasakan perihnya kebobolan 10 gol dalam satu laga tim nasional.

Perlu diketahui, pada masa itu Indonesia sedang dalam tensi politik yang tinggi hingga terbawa ke ranah sepakbola. Kala itu, terjadi dualisme PSSI dan ada 2 liga yang berjalan secara bersamaan.

Andi Muhammad Guntur (instagram/a.m.guntur)

Akibat hal ini, pemanggilan pemain untuk Timnas Indonesia hanya boleh dari kompetisi Indonesia Premier League (IPL), kompetisi tandingan yang kemudian diakui PSSI setelah terpilihnya Djohar Arifin Husein sebagai ketua PSSI. Di sisi lain, pemain yang berlaga di Indonesia Super League (ISL) yang sebelumnya berstatus kompetisi resmi tidak bisa dipanggil.

Alhasil, Aji Santoso yang menjadi pelatih timnas kala itu tak dapat memanggil pemain seperti Hamka Hamzah, Boaz Solossa, Bambang Pamungkas, hingga kiper hebat seperti Ferry Rotinsulu. Ia pun memanggil nama-nama yang cukup asing termasuk Andi Muhammad Guntur di posisi kiper.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement