Tercatat, hanya ada 4 tim Liga Kamerun yang lolos dari pemeriksaan dokumen terkait pencurian umur ini. Dengan kata lain, hanya empat tim ini yang dapat menyelesaikan musim dengan skuad penuh.
Mereka adalah tim Coton Sport dari Garoua, Canon dari Yaounde, Stade Renard dari Melong, dan Aigle Royal dari Manoua.

Akibat skandal ini, saat ini Samuel Etoo selaku Ketua Umum Fecafoot tengah dalam penyelidikan Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) terkait keterlibatannya dalam skandal ini. Terlebih, karena track record buruknya dengan banyak skandal.
Sebagai informasi, kasus pencurian umur di Afrika bukanlah sebuah hal yang baru. Hal ini karena banyak negara di luar Afrika yang kesulitan untuk usia sebenarnya dari seseorang yang dimanfaatkan untuk pencurian umur.
(Djanti Virantika)