Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jelang Laga Manchester City vs Fluminense, Pep Guardiola Analisa Kekuatan Tricolor Secara Mendalam

Andika Rachmansyah , Jurnalis-Jum'at, 22 Desember 2023 |15:10 WIB
Jelang Laga Manchester City vs Fluminense, Pep Guardiola Analisa Kekuatan Tricolor Secara Mendalam
Pep Guardiola analisa kekuatan Fluminense yang jadi lawan Manchester City di final Piala Dunia Antarklub 2023 (Foto: REUTERS)
A
A
A

JELANG laga Manchester City vs Fluminense, Pep Guardiola analisa kekuatan Tricolor secara mendalam. Pelatih asal Spanyol itu sudah mengetahui gaya bermain tim asal Brasil itu.

The Citizens – julukan Manchester City – bakal menghadapi Fluminense di final Piala Dunia Antarklub 2023 di King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi pada Sabtu (23/12/2023) dini hari WIB. Jelang bentrok, Guardiola mengaku sudah mempelajari kekuatan Tricolor – julukan Fluminense – mengingat betapa pentingnya laga ini.

Manchester City

“Para pemain sudah siap dan mereka tahu betapa pentingnya hal itu. Kami memenangi semifinal. Kami mencoba sejak semifinal melawan Urawa untuk menilai kualitas yang dimiliki Fluminense, kata Guardiola, dikutip dari situs resmi Man City, Jumat (22/12/2023).

Pelatih asal Spanyol itu juga sudah menganalisis permainan Fluminense. Menurutnya, tim asal Brasil tersebut bukanlah lawan yang bisa dipandang sebelah mata karena merupakan tim yang kuat.

“Saya tahu persis bakat dan kualitas Fluminense serta apa yang bisa mereka lakukan. Mereka telah mengalahkan tim dari Argentina, Kolombia dan Uruguay. Saya mengenal para pemain dan menghormati mereka atas apa yang mereka lakukan. Cara bermain mereka sangat bagus,” ujarnya.

Lebih lanjut, Guardiola mengatakan kalau dihuninya pemain senior seperti Marcelo memberi pengaruh besar bagi Fluminense. Mantan pelatih Barcelona itu mengingatkan kepada para pemain Man City untuk memberikan penampilan terbaiknya demi merebut gelar juara.

“Pengalaman yang mereka miliki dengan Marcelo, kiper mereka. Mereka punya lima atau enam pemain berusia di atas 37 tahun, itu artinya mereka bisa mengendalikan emosi. Cano adalah seorang striker yang memiliki tujuan di kepalanya,” ucapnya.

Fluminense

“Mereka memainkan gaya khas Brasil tahun 1970 an, 80an, dan awal 90an seperti saat Brasil menjuarai Piala Dunia 1994. Mereka memainkan banyak bola, umpan-umpan pendek, satu lawan satu, fisik. Kita harus menyadari seberapa besar mereka akan berusaha mengejar ketertinggalan,” lanjutnya.

“Kami harus akurat dalam menguasai bola dan menerima permainan mereka dengan cara yang tidak pernah kami hadapi. Ini tidak bersifat posisional, mereka banyak bergerak. Kami harus memaksakan ritme kami dan menampilkan performa bagus serta tangguh di momen buruk,” terang Guardiola.

Tak ayal jika Guardiola berambisi membawa Man City meraih trofi juara Piala Dunia Antarklub 2023. Karena jika itu berhasil terwujud, maka ini akan menjadi trofi pertama mereka di ajang tersebut.

(Reinaldy Darius)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement