Pada 2 Maret 1956, ketika pelatih UMS, Karel Fatter, kembali ke negara asalnya Hungaria, Endang pun menggantikan posisinya. Berkat kerja keras Endang akhirnya UMS berhasil menjuarai kompetisi Persija musim 1955-1956 tanpa menelan kekalahan.
Kemudian pada 1958, Endang dan istrinya dibiayai oleh TD Pardede yang merupakan pengusaha tersohor asal Medan. Dia memperdalam ilmu kedokteran gigi ke Seattle, Amerika Serikat.
Kembali ke Indonesia, Endang kembali melatih UMS hingga sukses menjuarai lagi liga internal Persija musim 1959-1960. Berikutnya, dia juga berhasil membawa Persija menjuarai kompetisi perserikatan musim 1963-1964 yang sangat fenomenal.
Endang lalu ditunjuk melatih Timnas Indonesia. Pada 1966, Timnas Indonesia mengikuti Piala Aga Khan, di Pakistan. Sebagai pelatih, dia pertama kali menerapkan pola 4-2-4 dan berhasil membawa Timnas Indonesia menjuarai turnamen tersebut.
Deretan prestasi berhasil diukirnya bersama tim nasional Indonesia adalah meraih Juara Piala Raja di Thailand (1968), Juara Merdeka Games di Malaysia (1969), Juara Pesta Sukan di Singapura, Juara Anniversary Cup (1972), Juara Agha Khan Cup di Pakistan, hingga mengalahkan Timnas Uruguay 2-1 dalam pertandingan persahabatan di Jakarta pada 1974.
Endang Witarsa meninggal di Jakarta, pada 2 April 2008, setelah dirawat saat usia 92 tahun. Dia meninggalkan 4 anak, 12 cucu, dan 9 cicit. Sebagian besar dari usianya, dihabiskan untuk sepak bola, baik sebagai pemain maupun pelatih.
(Djanti Virantika)