MALANG - Caretaker Arema FC, Kuncoro, mencurigai anak asuhnya kena mental usai tidak menang dalam delapan laga beruntun di Liga 1 2023-2024. Kendati mampu meningkatkan permainan, pukulan telak itu membuat mereka kembali menelan hasil negatif.
Arema kembali menelan pil pahit saat menjamu RANS di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin 14 Agustus 2023 malam WIB. Itu merupakan kekalahan ketiga secara beruntun di Liga 1 2023-2024.

Kuncoro melihat persoalan mental menjadi hal serius di timnya. Hasil buruk di delapan laga, dengan tanpa sekali pun menuai kemenangan, memperparah kondisi pemain.
"Saya tekankan ke anak-anak kalau kita kalah kalah ke anak-anak sulit, ada peluang di depan gawang tapi sulit, itu salah satu dari mental. Itu yang saya komentari untuk tim saya saat ini," ucap Kuncoro dengan nada kecewa, dikutip pada Rabu (16/8/2023).
Padahal, di laga melawan RANS Nusantara, Kuncoro dan tim pelatih berusaha memperbaiki pekerjaan rumah di laga sebelumnya. Salah satu yang menjadi evaluasi besar adalah jarak antar pemain dan proses transisi.
"Sebenarnya sudah mulai ada perbaikan, antara jarak antar pemain mulai agak rapat, cuma masalah mental kayaknya sulit kita kalah," tukas mantan gelandang Arema itu.
Lebih lanjut, Kuncoro mengungkap ada 1-2 pemain yang bermain jauh di bawah performa terbaiknya, di saat perubahan taktik mulai berjalan ke arah yang positif. Parahnya, akibat kesalahan pemain yang bersangkutan, Singo Edan menjadi kurang maksimal.
"(Ada pekerjaan rumah) ya, kita sudah tekan taktik terbukti beberapa peluang tercipta, cuma per individu pemain ada yang jauh dari standar, 1-2 orang," sentil Kuncoro.

"Saya enggak sebut, begitu tim naik karena 1-2 orang ini turun lagi, itu yang saya lihat di pertandingan tadi. Dan kesalahannya juga, makanya kita akan perbaiki terutama di sektor-sektor yang lemah ini," tegasnya.
Kekalahan ini membuat Arema FC kian terjerembab ke dasar klasemen sementara Liga 1 2023-2024 hingga pekan kedelapan. Mereka baru mengoleksi dua poin, hasil dari dua imbang dan enam kali kalah.
(Wikanto Arungbudoyo)