MANAJEMEN Bali United resmi menurunkan harga tiket pertandingan kandang setelah berdiskusi bareng dengan kelompok suporter Serdadu Tridatu, julukan Bali United. Dengan begitu, Stadion Kapten I Wayan Dipta akan kembali dipadati barisan suporter Bali United.
Sebagaimana diketahui, Bali United harus sepi dukungan ketika melakoni laga kandangnya sejak awal musim kompetisi bergulir. Hal tersebut karena adanya boikot yang dilakukan oleh suporter lantaran harga tiket yang mahal.

Di mana, harga tiket reguler ditaksir dengan harga Rp100 ribu dari yang tadinya hanya Rp60 ribu. Namun, setelah kompetisi bergulir hingga pekan kelima ini, kubu Bali United pun melakukan pertemuan dengan komunitas suporter mereka pada Minggu (30/7) lalu.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Bali United, Yabes Tanuri, Ketua LOC Stadion Kapten I Wayan Dipta, I Ketut Suantika, dan juga dihadiri langsung oleh owner atau pemilik klub Bali United, Pieter Tanuri.
Sementara komunitas suporter yang turut hadir dari North Side Boys (NSB) yang melakukan diskusi lebih dulu pada hari Sabtu (29/7), North Bali Hooligan, Semeton 69, Soccer Community, Semeton Dewata, Semeton Bulldog, Semeton Nyem Lalah, Semeton Dewata Tabanan, Basudewa, Brigaz Bali, dan Serdadu Tridatu Pemecutan.
Pertemuan antara pihak manajemen dan kelompok suporter membuahkan hasil positif. Sebab, Bali United sepakat untuk menurunkan harga tiket. Untuk tiket reguler dibanderol dengan harga Rp80 ribu, sedangkan VIP Rp350 ribu. Namun tetap dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
“Tiket harga 80 ribu itu akan berlaku sampai H-1 pertandingan dan di hari pertandingan akan kembali ke harga normal 100 ribu. Sementara tiket pertandingan untuk kelas VIP berlaku early bird sampai H-1 sebesar 350 ribu dan di hari pertandingan akan kembali ke harga normal 400 ribu,” bunyi pernyataan Bali United dalam situs resminya, Selasa (1/8/2023).
Sejatinya, tiket diturunkan dengan harga Rp75 ribu, hanya saja ditambah Rp5 ribu untuk kegiatan sosial di Bali sehingga jika ditotal menjadi Rp80 ribu. Setiap komunitas suporter berhak mengajukan usul kegiatan sosial yang akan dilaksanakan dari 5 ribu kali jumlah tiket pertandingan yang laku terjual tersebut. Dan komunitas suporter Bali United turut andil dalam kegiatan sosial kepada masyarakat Bali yang membutuhkan.