Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Timnas Indonesia Diperkuat Pemain Naturalisasi? Kenapa Tidak!

Ramdani Bur , Jurnalis-Kamis, 15 Juni 2023 |12:47 WIB
Timnas Indonesia Diperkuat Pemain Naturalisasi? Kenapa Tidak!
Tak masalah Timnas Indonesia diperkuat pemain naturalisasi. (Foto: Instagram)
A
A
A

Asisten pelatih Timnas Indonesia U-16 yang terlibat dalam pembinaan sepakbola usia dini di Indonesia, Indriyanto Nugroho, juga menyampaikan pesan kepada Erick Thohir. Ia menilai kompetisi level usia dini harus diperbaiki, mengingat itu merupakan fondasi sepakbola Indonesia.

Rafael Struick dan Ivar Jenner

(Rafael Struick (kiri) dan Ivar Jenner, pemain naturalisasi terbaru)

"Ini yang harus kita berikan masukan ke PSSI, Pak Erick Thohir dan jajarannya supaya ajang di level bawahnya bisa diperbaiki. Saya berharap pembinaan di usia muda semakin berkembang. Pembinaan usia muda itu jadi fondasi di seluruh dunia,” kata Indriyanto Nugroho dalam program kick off Okezone.

Jadi kesimpulannya, adanya pemain naturalisasi di skuad Timnas Indonesia tidak masalah, asalkan kualitas pembinaan sepakbola usia dini, serta sarana dan prasarana sepakbola di Indonesia terus ditingkatkan.

Di tengah upaya memperbaiki pembinaan sepakbola usia dini di Tanah Air, PSSI dikabarkan sedang mencari pemain diaspora yang masuk kategori Grade A. sejumlah pemain diisukan didekati PSSI, yakni Emil Audero (Sampdoria), Jay Idzes (Go Ahead Eagles), Ragnar Oratmangoen (FC Groningen) hingga Kevin Diks (FC Copenhagen).

Ragnar Oratmangoen

(Ragnar Oratmangoen disebut sedang didekati PSSI)

Jika nama-nama di atas bisa dinaturalisasi, peluang Timnas Indonesia melaju jauh di Kualifikasi Piala Dunia 2026 terbuka lebar. Terlebih, slot Asia untuk Piala Dunia 2026 naik 100 persen, dari yang awalnya empat negara menjadi delapan negara.

Karena itu, ini merupakan momentum kebangkitan sepakbola Indonesia di bawah kendali Erick Thohir. Jangan pernah alergi dengan pemain naturalisasi, khususnya pesepakbola yang memiliki darah Indonesian. Bahkan, negara-negara besar dunia pun tidak segan mengandalkan pemain keturunan mereka di kancah internasional.

Ambil contoh Timnas Prancis yang mayoritas pemainnya merupakan para imigran. Begitu juga dengan Timnas Maroko yang baru saja lolos ke semifinal Piala Dunia 2022. Mayoritas pemain dari Maroko lahir di luar negara mereka dan kemudian mendapat kesempatan membela tim nasional.

Jadi, selama masih dalam misi membangkitkan sepakbola Indonesia, tak ada yang salah dari program naturalisasi. Namun, PSSI juga tidak bisa terus-menerus bergantung kepada program seperti ini untuk membangkitkan prestasi sepakbola Indonesia. Ketika pembinaan sepakbola usia dini dan kompetisi profesional sudah semakin matang, program naturalisasi ini bisa dberhentikan pelan-pelan.

(Ramdani Bur)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement