Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Timnas Indonesia Diperkuat Pemain Naturalisasi? Kenapa Tidak!

Ramdani Bur , Jurnalis-Kamis, 15 Juni 2023 |12:47 WIB
Timnas Indonesia Diperkuat Pemain Naturalisasi? Kenapa Tidak!
Tak masalah Timnas Indonesia diperkuat pemain naturalisasi. (Foto: Instagram)
A
A
A

PRO dan kontra muncul ketika pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, memanggil tujuh pemain naturalisasi untuk mengarungi FIFA Matchday Juni 2023. Kubu yang kontra menilai, banyaknya pemain naturalisasi di skuad Timnas Indonesia menunjukan pembinaan sepakbola di Tanah Air telah gagal.

Selain itu muncul juga anggapan, buat apa menggunakan pemain naturalisasi? Toh di SEA Games 2023, Timnas Indonesia U-22 keluar menjadi juara tanpa diperkuat satu pun pemain naturalisasi.

Timnas Indonesia U-22 juara SEA Games 2023

(Timnas Indonesia U-22 juara SEA Games 2023 tanpa pemain naturalisasi)

Asumsi di atas memang tak bisa disalahkan, namun pastinya ada jalan tengah yang bisa diambil dalam menyikapi program naturalisasi ini. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, baru-baru ini menanggapi banyaknya pemain naturalisasi di skuad Timnas Indonesia.

Erick Thohir menilai perpaduan pemain lokal dan naturalisasi merupakan kombinasi pas. Perpaduan ini dinilai Erick Thohir merupakan momentum Timnas Indonesia memperbaiki prestasi mereka di kancah internasional.

“Generasi emas di Timnas Indonesia merupakan perpaduan dari para pemain muda dan pemain diaspora yang percaya sepakbola Indonesia akan bangkit. Jadi boleh enggak? (menggunakan pemain naturalisasi). Boleh. Kami kombinasikan kekuatan terbaik ini,” kata Erick Thohir.

Sembari mengandalkan pemain naturalisasi, Erick Thohir juga tak melupakan pembinaan sepakbola usia dini yang merupakan pondasi dari sepakbola Indonesia. Dalam sarasehan sepakbola Indonesia medio Maret 2023, Erick Thohir berencana menggelar kompetisi sepakbola usia dini sejak sembilan tahun. Dalam pandangan Erick Thohir, ini merupakan salah satu cara Indonesia bersaing di level dunia pada 2034.

“Jika kita mau bersaing di kompetisi kelas dunia pada 2034, tidak mungkin menyiapkan kompetisi dari usia 12-14 tahun, harus dari 9 tahun,” kata Erick Thohir.

Erick Thohir

(Erick Thohir siap bangkitkan sepakbola Indonesia)

Mantan presiden Inter Milan itu berharap, cara di atas merupakan salah satu yang membuat Timnas Indonesia menembus peringkat 50 dunia pada 2045. Erick Thohir menilai Indonesia harus berani jika ingin mencetak sejarah.

“Ini salah satu program yang didiskusikan. Indonesia harus berani jika ingin masuk ke posisi 50 dunia pada 2045,” lanjut Erick Thohir.

Asisten pelatih Timnas Indonesia U-16 yang terlibat dalam pembinaan sepakbola usia dini di Indonesia, Indriyanto Nugroho, juga menyampaikan pesan kepada Erick Thohir. Ia menilai kompetisi level usia dini harus diperbaiki, mengingat itu merupakan fondasi sepakbola Indonesia.

Rafael Struick dan Ivar Jenner

(Rafael Struick (kiri) dan Ivar Jenner, pemain naturalisasi terbaru)

"Ini yang harus kita berikan masukan ke PSSI, Pak Erick Thohir dan jajarannya supaya ajang di level bawahnya bisa diperbaiki. Saya berharap pembinaan di usia muda semakin berkembang. Pembinaan usia muda itu jadi fondasi di seluruh dunia,” kata Indriyanto Nugroho dalam program kick off Okezone.

Jadi kesimpulannya, adanya pemain naturalisasi di skuad Timnas Indonesia tidak masalah, asalkan kualitas pembinaan sepakbola usia dini, serta sarana dan prasarana sepakbola di Indonesia terus ditingkatkan.

Di tengah upaya memperbaiki pembinaan sepakbola usia dini di Tanah Air, PSSI dikabarkan sedang mencari pemain diaspora yang masuk kategori Grade A. sejumlah pemain diisukan didekati PSSI, yakni Emil Audero (Sampdoria), Jay Idzes (Go Ahead Eagles), Ragnar Oratmangoen (FC Groningen) hingga Kevin Diks (FC Copenhagen).

Ragnar Oratmangoen

(Ragnar Oratmangoen disebut sedang didekati PSSI)

Jika nama-nama di atas bisa dinaturalisasi, peluang Timnas Indonesia melaju jauh di Kualifikasi Piala Dunia 2026 terbuka lebar. Terlebih, slot Asia untuk Piala Dunia 2026 naik 100 persen, dari yang awalnya empat negara menjadi delapan negara.

Karena itu, ini merupakan momentum kebangkitan sepakbola Indonesia di bawah kendali Erick Thohir. Jangan pernah alergi dengan pemain naturalisasi, khususnya pesepakbola yang memiliki darah Indonesian. Bahkan, negara-negara besar dunia pun tidak segan mengandalkan pemain keturunan mereka di kancah internasional.

Ambil contoh Timnas Prancis yang mayoritas pemainnya merupakan para imigran. Begitu juga dengan Timnas Maroko yang baru saja lolos ke semifinal Piala Dunia 2022. Mayoritas pemain dari Maroko lahir di luar negara mereka dan kemudian mendapat kesempatan membela tim nasional.

Jadi, selama masih dalam misi membangkitkan sepakbola Indonesia, tak ada yang salah dari program naturalisasi. Namun, PSSI juga tidak bisa terus-menerus bergantung kepada program seperti ini untuk membangkitkan prestasi sepakbola Indonesia. Ketika pembinaan sepakbola usia dini dan kompetisi profesional sudah semakin matang, program naturalisasi ini bisa dberhentikan pelan-pelan.

(Ramdani Bur)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement