SALAH satu calon Ketua Umum (Ketum) PSSI 2023-2027, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti tengah menghadapi tuduhan politik uang terkait keikutsertaanya di kontestasi Ketum baru PSSI. Ketua DPD RI itu dengan tegas membantah tuduhan tersebut.
Ia pun tak habis pikir dengan tuduhan yang mengarah kepadanya. LaNyalla Mattalitti menyebut politik uang bakal merusak sepakbola. Sebab sepakbola merupakan olahraga masyarakat Indonesia.

"Kualat kita kalau bermain main dengan sepakbola,” ucapnya dalam rilis yang diterima MNC Portal Indonesia.
Lebih jauh ia menjelaskan bahwa gagasan soal uang Rp1 mililar itu bertujuan untuk pembinaan kepada Asprov PSSI, jika nantinya ia terpilih jadi Ketum PSSI 2023-2027. Ia pun tak pernah berpikir untuk bermain-main dengan sepakbola.
"Subsidi Rp1 miliar itu buat Asprov PSSI menjalankan program mereka. Subsidi itu merupakan komitmen saya buat kemajuan sepakbola Indonesia,” tegasnya melanjutkan.
LaNyalla Mattalitti juga menambahkan, uang itu diberikan kepada Asprov PSSI, sebab menurutnya, Asprov PSSI merupakan ujung tombak kemajuan sepakbola nasional. Ia pun bermaksud dengan subsidi tersebut perkembangan sepakbola Indonesia bisa lebih berkembang di masa mendatang.
“Gimana bisa hal itu dituduh sebagai politik uang jelang KLB. Para Asprov PSSI itu merupakan ujung tombak bagi pengembangan sepakbola nasional," timpalnya lagi.