JAKARTA - Bintang Timur Surabaya (BTS) gagal memetik kemenangan atas Fafage Vamos FC di laga lanjutan Liga Futsal Profesional 2022-2023. Menurut sang pelatih, Jesus Rey Gonzales, BTS pada akhirnya ditahan 4-4 karena ada banyak keputusan wasit yang aneh sehingga mempengaruhi mental para pemainnya.
Laga Bintang Timur Surabaya vs Fafage Vamos FC berlangsung di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta pada Minggu (8/1/2023) malam WIB. BTS sempat unggul 4-0 di babak pertama, tapi kemudian disamakan menjadi 4-4 di babak kedua.
Empat gol BTS dicetak Ardiansyah, Samuel Eko (2 gol), dan Rio Pangestu Putra. Sementara dari Fafage Vamos diciptakan oleh Irfan Maulana, Andri Caniago, Adam Ahlan, dan Rizki Permana.
Menurut Jesus Rey Gonzales, timnya masih bisa meladeni permainan lawan saat mulai kebobolan gol pertama. Namun beberapa keputusan wasit mengacaukan permainan sehingga terciptanya gol kedua dan seterusnya.
“Situasinya di babak pertama, kita sudah bermain dgn baik, kita bisa banyak melakukan finishing, dan beberapa kali saja lawan bisa counter. Di babak kedua kita masih bagus sampai kebobolan pertama mereka bisa melewati ancaman itu,” ucap Rey Gonzales kepada MNC Portal Indonesia setelah laga.
“Tapi masalahnya setiap kali ada apa-apa wasit tidak stop situasi, lalu kebobolan kedua sudah menentukan alur berikutnya,” lanjutnya.
Di situasi itu, Rey mengaku para pemainnya terpancing emosi. Sudah berusaha berkali-kali untuk menenangkan pemain, tapi nyatanya itu sulit. Banyak keputusan wasit yang di luar dugaan.
“Saya sudah berkali-kali bilang kepada pemain, bila wasit ada apa gitu, sabar-sabar, tapi mayoritas pemain susah (menyesuaikan),” lanjutnya.Saya bisa lihat dari sudut pandang pemain, sebab saya pernah ikut meeting bersama wasit, kejadian di lapangan itu di luar yang di bahas waktu meeting dengan wasit,” tambahnya.
“Mestinya federasi harus melakukan sesuatu mengenai hal ini, karena ini tidak normal,” sesalnya.

Mengetahui kenyataan ini, Rey pun bakal melatih mental pemain dalam menghadapi laga-laga di depan. Di sisi lain dia berharap wasit-wasit di liga ini selalu dievaluasi lebih lanjut.
“Saya mau memperjelas, jika futsal di Indonesia mau berkembang, wasitnya juga harus dikembangi. Sangat jelas,” lanjutnya.
“Tentu (melatih mental pemain), wasit kan adalah komponen sangat penting dalam futsal, biasanya pemain harus respek mereka, tapi berdasarkan kejadian tadi respeknya mereka bukan hanya sedikit (tapi) ga ada sama sekali,” pungkasnya.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.