ALGIERS - Keberhasilan Tim Nasional (Timnas) Maroko menembus semifinal Piala Dunia 2022 ternyata tak disambut baik oleh Aljazair. Sebab negara tersebut justru memecat salah satu Direktur Penyiaran stasiun televisi milik negara, Chabane Lounakel, lantaran mengabarkan keberhasilan Maroko di stasiun tv tempat dia bekerja, yakni EPTV.
Ya, pemecatan itu dilakukan karena stasiun tempat Lounakel bekerja, EPTV memberitakan kemenangan Maroko atas Portugal di babak 16 besar Piala Dunia 2022.
Maroko dan Aljazair terlibat perseteruan dalam memperebutkan tanah Sahara Barat. Wilayah di Pantai Atlantik Afrika itu dianggap aset bernilai lantaran kaya akan kandungan fosfat dan wilayah perairan untuk menangkap ikan.
Maroko menyatakan bahwa Sahara Barat adalah wilayah mereka dan menawarkan otonomi penuh. Situasi menjadi pelik karena tanah tersebut disengketakan oleh Front Polisario yang didukung pemerintah Aljazair.
Kedua negara tersebut juga bersitegang usai kebakaran hutan terjadi di sebelah utara Aljazair. Maroko dan Aljazair saling menyalahkan atas terjadinya kebakaran hutan tersebut.
Tak sampai di situ, Maroko juga menjalin hubungan diplomatic dengan Israel. Hal itu tidak disenangi oleh Aljazair karena Israel dianggap sebagai musuh negara.
Alhasil pemerintah Aljazair memutus hubungan diplomatik dengan Maroko. Pemerintah melarang segala hal berunsur Maroko di Aljazair, termasuk pemberitaan olahraga selama Piala Dunia 2022.
Direktur penyiaran stasiun milik pemerintah, Chabane Lounakel kemudian kebobolan. Stasiun tempat dirinya bekerja, EPTV melaporkan kelolosan Maroko ke semifinal Piala Dunia 2022.
Dilansir Morocco World News, Selasa (13/12/2022), Lounakel sebagai pimpinan direksi di EPTV pun dipecat. Kantor berita Aljazair, APS menyebut bahwa posisi Direktur Penyiaran EPTV kini diisi oleh Nadir Boukabes.

Laporan itu tidak merinci alasan pemecatan Lounakel, namun besar kemungkinan disebabkan pemberitaan keberhasilan Maroko menembus semifinal Piala Dunia 2022. Pasalnya, bukan sekali dua kali pemerintah Aljazair melakukan hal serupa.
Pada babak penyisihan grup, stasiun TV Aljazair TV 2 Algerie menuai kontroversi karena memberitakan kemenangan 2-0 Maroko atas Belgia. Kontroversi itu pun menuai pro dan kontra karena di sisi lain, masyarakat Aljazair juga banyak yang ikut girang karena Maroko berhasil mewakili Afrika di semifinal Piala Dunia untuk pertama kali dalam sejarah.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.