Share

Gregg Berhalter Diam-Diam Kirim Pesan WhatsApp kepada Gareth Southgate Jelang Laga Inggris vs Amerika Serikat

Ilham Sigit Pratama, MNC Portal · Jum'at 25 November 2022 10:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 51 2714537 gregg-berhalter-diam-diam-kirim-pesan-whatsapp-kepada-gareth-southgate-jelang-laga-inggris-vs-amerika-serikat-p5oMMTiB9O.JPG Gregg Berhalter kirim pesan WhatsApp kepada Gareth Southgate sebelum laga Inggris vs Amerika Serikat (Foto: REUTERS)

GREGG Berhalter diam-diam kirim pesan WhatsApp kepada Gareth Southgate jelang laga Inggris vs Amerika Serikat. Namun, pesan tersebut hanya centang abu-abu karena diabaikan oleh Southgate.

The Three Lions – julukan Timnas Inggris – akan menjadi lawan kedua Amerika Serikat di Piala Dunia 2022. Pertandingan pekan kedua Grup B ini akan digelar di Stadion Al Bayt pada Sabtu 26 November 2022 dini hari nanti WIB.

Timnas Inggris

Amerika Serikat amat membutuhkan kemenangan di laga nanti untuk menjaga asa lolos ke babak gugur. Sebab di laga sebelumnya, Paman Sam -julukan Amerika Serikat- hanya mendulang satu poin usai bermain imbang dengan Wales.

Kendati begitu, tentu tidak akan mudah untuk meraih poin kontra Inggris. Terlebih, Harry Kane dan kolega kini menyandang predikat kandidat juara Piala Dunia 2022.

Jelang laga sulit tersebut, Berhalter mencoba bersilaturahmi dengan Southgate melalui Whatsapp. Ya, pelatih berusia 49 tahun itu diam-diam menyimpan nomor kontak Southgate.

Namun sayang, pesan Whatsapp tersebut diabaikan oleh Southgate, bahkan tidak dibaca. Berhalter pun menerka-nerka apa yang terjadi pada pelatih asal Inggris tersebut.

"Saya telah mengirim WhatsApp kepadanya tetapi saya belum melihat tanda centang biru, jadi saya tidak tahu apa yang terjadi,” kata Berhalter dilansir Daily Mail, Jumat (25/11/2022).

“Kami mengambil jeda. Kami akan melanjutkan hubungan kami besok,” tambahnya.

Amerika Serikat vs Wales

Tidak jelas apa yang disampaikan Berhalter dalam pesan kepada Southgate tersebut. Namun Berhalter mengisyaratkan bahwa isi pesan tersebut adalah kata-kata psywar alias perang psikologis.

“Saya percaya bahwa pada hari terbaik kami, kami bisa mengalahkan siapa pun di dunia, siapa pun, merupakan kehormatan besar untuk bermain di Piala Dunia, tetapi kami tidak ingin hanya menjadi peserta,” tuturnya.

“Kami pikir langkah pertama adalah keluar dari grup. Dan langkah kedua adalah, di pertandingan sistem gugur, memainkan permainan terbaik kami dan melihat seberapa jauh kami bisa melangkah,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini