Inggris pun lagi-lagi harus menghadapi laga sengit dalam perjalanannya meraih gelar juara Piala Dunia 2022. Di semifinal yang berlangsung di Stadion Wembley, 26 Juli, Inggris menang tipis atas Portugal dengan skor 2-1.
Inggris unggul lebih dahulu lewat aksi Sir Robert Charlton (30’). Kemudian, tuan rumah pun menggandaan keunggulan lewat aksi Sir Robert Charlton (80’). Suporter Inggris pun dibuat ketar-ketir usai Portugal mendapat hadiah penalti di menit ke-82.

Eusebio yang ditunjuk sebagai eksekutor pun sukses mencetak gol. Beruntung, tak ada lagi gol yang dicetak oleh Portugal setelah itu sehingga Inggris memastikan diri melaju ke final.
Di final, Inggris menghadapi Jerman Barat yang memastikan diri lolos ke partai puncak usai mengalahkan Uni Soviet dengan skor 2-1. Laga final pun digelar pada 30 Juli 1966 di Stadion Wembley.
Di hadapan 96.924 penonton, Inggris tampil garang hingga membombardir gawang Jerman Barat dengan 4 gol. Tiga gol Inggris dalam laga itu dicetak oleh Geoff Hurts, sementara satu golnya lagi dicetak oleh Martin Peters.
Jerman Barat pun hanya bisa membalas dua gol lewat aksi Helmut Haller dan juga Wolfgang Webber. Alhasil, Inggris memastikan diri menjadi juara. Sementara posisi ketiga, itu menjadi milik Portugal usai mengalahkan Uni Soviet 2-1.
Meski sukses menang, ada kontroversi dalam laga final itu. Gol kedua Geoff Hurts dinilai kontroversi karena bola dinilai belum masuk ke gawang, hanya mengenai garis usai memantul ke tanah.
Top Skor

Gelar top skor di Piala Dunia 1966 menjadi milik pemain andalan Portugal Eusebio da Silva Ferreira. Dia total berhasil membukukan 9 gol. Sepanjang gelaran Piala Dunia 1966.
Rinciannya, Eusebio mencetak 1 gol dalam kemenangan Portugal 3-0 atas Bulgaria. Kemudian, dia kembali menjadi pahlawan kemenangan Portugal kala melibas Brasil 3-1 berkat 2 golnya.
Kemudian, Eusebio kembali menggila kala melawan Korea Utara di babak perempatfinal. Dia sukses mencetak 4 gol sehingga timnya menang besar atas Korea Utara 5-3. Gol terakhirnya tercipta di babak semifinal, meskipun gagal membawa Portugal lolos ke final.