Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Rintangan Negara Qatar Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022, Nomor 1 Diduga Menyuap

Asthesia Dhea Cantika , Jurnalis-Sabtu, 22 Oktober 2022 |21:00 WIB
6 Rintangan Negara Qatar Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022, Nomor 1 Diduga Menyuap
6 rintangan Qatar menjadi negara tuan rumah Piala Dunia 2022 (Foto: REUTERS)
A
A
A

MARI mengulas 6 rintangan negara Qatar jadi tuan rumah Piala Dunia 2022 yang tak banyak orang tahu. Ajang bergengsi internasional cabang olahraga sepakbola satu ini akan segera bergulir dalam sebulan.

Ajang 4 tahunan yang telah disiapkan sedemikian dari 2010 ini tak lepas dari banyaknya rintangan dan halangan. Kendati begitu, semuanya dapat terlewati dan Piala Dunia 2022 dapat terlaksana pada 20 November hingga 18 Desember 2022.

Piala Dunia 2022

Lantas, apa saja rintangan Negara Qatar jadi tuan rumah Piala Dunia 2022? Untuk mengetahuinya, simak ulasan Okezone berikut ini.

6 Rintangan Negara Qatar Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022

6. Isu Mencuat setelah Penunjukkan

Piala Dunia 2022

Momen penting dalam sejarah Qatar setelah penunjukkannya sebagai tuan rumah tak begitu mulus. Ada isu yang mencuat terkait suap menyuap agar negara ini dapat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Buntut dari isu tersebut, Jack Warner selaku wakil presiden FIFA kala itu dibekukan bersamaan dengan pihak berwajib melakukan investigasi lebih lanjut. Kasus yang ini terus bergulir dalam beberapa tahun setelah penunjukan Qatar pada 2010.

5. FIFA Meninjau Ulang Penunjukkan

FIFA

Pada 2014, The Telegraph melaporkan jika Warner mendapat suap hampir dua juta dolar AS, dari sebuah firma yang terlibat dalam bidding Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Lantaran hal tersebut, FIFA meninjau ulang tentang penunjukan Qatar sebagai tuan rumah ajang bergengsi ini. Melansir Al Jazeera, induk sepakbola tertinggi dunia itu bakal mempelajari berkas-berkas laporan dari jaksa tentang adanya dugaan korupsi dalam badan internal mereka.

4. Isu Pekerja Migran

Stadion Internasional Khalifa

Selain isu suap, Qatar juga terjerat isu terkait perlakuan terhadap para pekerja migran yang mencari nafkah di sana. Kabarnya, pada 2016 sejumlah pekerja proyek renovasi stadion yang digunakan sebagai venue Piala Dunia 2022 mengalami penyalahgunaan hak asasi. Mirisnya lagi, menurut laporan Amnesty International, pihak penyelenggara baru saja menyusun standar kesejahteraan pekerja, tepatnya dua tahun sebelumnya.

Alhasil, Gianni Infantino selaku presiden FIFA membentuk komite independen untuk memantau kondisi para pekerja stadion tersebut.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement