Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Simak Proses Pembuatan Trofi Piala Dunia, Dibuat Secara Manual dengan Tangan!

Asthesia Dhea Cantika , Jurnalis-Selasa, 18 Oktober 2022 |16:54 WIB
Simak Proses Pembuatan Trofi Piala Dunia, Dibuat Secara Manual dengan Tangan!
Trofi Piala Dunia (Foto: REUTERS)
A
A
A

PROSES pembuatan trofi Piala Dunia yang tak banyak orang tahu akan dibahas dalam artikel ini. Ajang bergengsi empat tahunan ini akan segera digelar di Qatar pada 20 November hingga 18 Desember 2022.

Ajang Piala Dunia ini diikuti 32 negara sebagai peserta yang akan memperebutkan trofi Piala Dunia. Perlu diketahui, trofi ajang internasional bergengsi ini memiliki desain unik, dengan warna emas dan berbentuk dua orang sedang mengangkat globe.

Piala Dunia

Bentuk trofi yang unik itu melewati proses yang panjang dalam pembuatannya. Melansir dari Euro News, trofi Piala Dunia dibuat oleh pabrik GDE Bertoni. Pabrik tersebut telah bertugas memproduksi trofi sedari dulu.

Perlu diketahui, piala yang diberikan kepada pemenang ajang ini adalah replika trofi yang berlapis emas kuningan. Trofi asli yang terbuat dari trofi emas 18 karat asli buatan Gazzaniga disimpan oleh FIFA dan jarang dipamerkan.

BACA JUGA:Kena Karma Timnas Indonesia U-20, Timnas Thailand U-20 Resmi Gagal Lolos Piala Asia U-20 2023 Hari Ini?

Hal ini disebabkan berkaitan dengan sejarah hilangnya trofi Jules Rima, trofi Piala Dunia yang diambil dari nama Presiden ke-3 FIFA yang mencetuskan ide turnamen Piala Dunia. Trofi Jules Rima sendiri mulanya akan diberikan pada negara yang menang Piala Dunia sebanyak tiga kali.

Pada 1970, trofi tersebut diberikan kepada Brasil. Namun sayang, pada 1983 trofi tersebut dicuri dan tak ditemukan.

Terlepas dari hal tersebut, manajer produksi GDE Bertoni, Salvatore Iannetti mengatakan bahwa trofi tersebut sepenuhnya dibuat manual alias dengan tangan. Proses pembuatannya sendiri diawali dengan peleburan logam kuningan yang kemudian dituangkan dalam cetakan berbentuk desain asli trofi Piala Dunia.

Trofi Piala Dunia

Jika sudah mengeras, proses berikutnya adalah penyempurnaan detail piala dengan memahat menggunakan palu. Setelah itu, dilakukan pembersihan secara ultrasonik dengan direndam dalam bak degreasing, dan disepuh di bak galvanik beberapa kali.

Trofi yang hampir jadi ini lalu dilapisi lapisan pernis zapon dan disatukan pada dasar marmer hijau perunggu. Jika sudah kering maka pembuatan trofi dianggap selesai.

(Dimas Khaidar)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement