Share

Soal Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Presiden Jokowi Konfirmasi PSSI Aman dari Sanksi FIFA!

Ilham Sigit Pratama, MNC Portal · Jum'at 07 Oktober 2022 22:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 07 49 2682964 soal-tragedi-di-stadion-kanjuruhan-presiden-jokowi-bersyukur-pssi-aman-dari-sanksi-fifa-bNRm9EmF9o.jpg Presiden Jokowi konfirmasi PSSI aman dari sanksi FIFA (Foto: Sekretariat Presiden)

FEDERASI Sepakbola Indonesia (PSSI) dinyatakan aman dari sanksi FIFA. Hal itu disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), mengenai update terkini setelah dirinya menerima surat dari Presiden FIFA, Gianni Infantino yang ditujukan kepada Sekretariat Presiden.

Sekadar diketahui, pada Senin, 3 Oktober 2022 silam, Presiden Jokowi berbicara dengan Gianni Infantino membahas tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan. Pembicaraan tersebut sebetulnya tidak membahas potensi sanksi oleh FIFA untuk PSSI.

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan 

Namun kini PSSI bisa bernapas lega. Berdasarkan surat resmi, Presiden Jokowi mengonfirmasi bahwa PSSI terbebas dari sanksi FIFA.

“Kemarin saya telah menerima surat dari FIFA, ini adalah tindak lanjut dari hasil pembicaraan saya via telepon, dengan presiden FIFA, Gianni Infantino pada tanggal 3 Oktober 2022 yang lalu,” kata Presiden Jokowi dikutip Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (7/10/2022).

“Berdasarkan surat tersebut, Alhamdulillah, sepakbola Indonesia tidak dikenakan sanksi oleh FIFA, dan, FIFA bersama-sama dengan pemerintah, akan membentuk tim transformasi sepak bola Indonesia,” sambungnya.

Nantinya, FIFA akan berkantor di Indonesia untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam memulihkan kembali sepak bola. Standar keamanan stadion menjadi hal lain yang akan dibenahi pemerintah dalam kerja samanya bersama dengan FIFA.

“FIFA akan berkantor di Indonesia selama proses-proses tersebut, selain itu akan dilakukan kolaborasi antara FIFA, AFC, dan pemerintah Indonesia untuk, yang pertama membangun standar keamanan stadion, untuk stadion stadion yang ada di Indonesia,” tuturnya.

“Memformulasikan standar protokol dan prosedur keamanaan yang dilakukan pihak kepolisian berdasarkan standar keamanan internasional,” urainya.

Pemerintah juga akan melakukan sosialisasi dan diskusi dengan klub di Indonesia. Pemerintah dan FIFA akan mempertimbangkan dengan serius mengenai jadwal pertandingan yang dianggap terlalu malam.

“Kita juga akan bersama-sama melakukan sosialisasi dan diskusi dengan klub-klub di Indonesia, termasuk perwakilan suporter,” ujarnya.

“Yang keempat tentang pengaturan jadwal pertadningan yang memperhitungkan potensi2 resiko yang ada,” tambah mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

“Yang kelima pendampingan pendampingan para ahli di bidangnya, nanti presiden FIFA akan datang ke Indonesia pada Oktober atau November untuk berdiskusi dengan pemerintah, terima kasih,” tutupnya.

Sebelumnya, pada Sabu, 1 Oktober 2022 malam WIB, telah terjadi kerusuhan pasca laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di pekan ke-11 Liga 1 2022-2023. Aremania merangsek masuk ke lapangan setelah Arema FC menelan kekalahan 2-3. Alhasil, insiden ini memakan ratusan korban jiwa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini