Share

Status Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023 Terancam Dicabut Akibat Insiden Stadion Kanjuruhan

Dimas Khaidar, Okezone · Kamis 06 Oktober 2022 10:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 49 2681639 status-indonesia-sebagai-tuan-rumah-piala-dunia-u-20-2023-terancam-dicabut-akibat-insiden-stadion-kanjuruhan-VXbXjT4v1o.jpeg Tragedi Stadion Kanjuruhan pasca laga Arema FC vs Persebaya Surabaya (Foto: Avirista Midaada/MPI)

STATUS Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 terancam dicabut akibat insiden Stadion Kanjuruhan. Menurut anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF), Akmal Marhali, Indonesia terancam gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 lantaran terjadinya tragedi mencekam di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Sebagaimana diketahui, sepakbola Indonesia bahkan dunia saat ini tengah berduka akibat insiden berdarah di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 malam WIB. Insiden tersebut terjadi pascalaga Arema FC kontra Persebaya Surabaya di pekan ke-11 Liga 1 2022-2023.

Aremania yang kecewa lantaran Singo Edan -julukan Arema FC- menelan kekalahan atas Persebaya Surabaya 2-3 tak terima dan turun ke lapangan. Tim keamanan pun bergerak untuk mengamankan situasi tersebut.

Nahas, gas air mata ditembakkan tim keamanan. Tidak hanya ke lapangan, bahkan gas air mata tersebut dilepaskan ke arah tribun sehingga membuat suporter panik.

BACA JUGA:Timnas Malaysia U-17 Disebut Sengaja Imbang 1-1 Lawan Guam, Ini Alasannya!

Sesak, desak-desakan, serta terinjak-injak tak bisa terhindarkan. Hal tersebut yang disinyalir menjadi penyebab korban berjatuhan di Stadion Kanjuruhan, yang mana diperkirakan mencapai 125 orang meninggal dunia.

Melihat dari hal tersebut, Akmal Marhali pun menyebutkan perkiraaan hukuman yang akan didapat Indonesia dari Federasi Sepakbola Dunia (FIFA). Menurutnya, potensi hukuman pasti ada lantaran FIFA dan Presiden AFC sudah bereaksi atas tragedi mengenaskan itu.

“Potensi (hukuman) pasti ada, apalagi Presiden FIFA dan Presiden AFC sudah berkomentar kan ini tragedi kelam sepakbola dunia dan ini menjadi perhatian banyak pihak. Artinya, FIFA sekarang ini lagi memantau sejauh mana langkah-langkah konkret yang dilakukan PSSI menangani kasus ini,” tutur Akmal Marhali kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (6/10/2022).

Arema FC

Lebih lanjut, anggota TGIPF itu juga mengatakan jika langkah-langkah yang dilakukan PSSI dalam menangani kasus ini tidak meyakinkan, itu akan berdampak cukup besar bagi Indonesia. Salah satunya terancam kehilangan status sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

“Ya kalau langkah-langkah yang dilakukan tidak meyakinkan, bisa jadi status kita sebagai tuan rumah Piala Dunia bisa dicabut. Kemudian kita bisa dijatuhkan sanksi karena kita tidak bisa menjalankan aturan-aturan dari FIFA,” sambungnya.

“Sanksinya bisa jadi, dilarang menggelar event-event nasional, dilarang mengikuti event-event internasional. Itu mungkin ya, tapi FIFA tidak mungkin serta-merta seperti PSSI, belum apa-apa belum investigasi sudah hukum Arema FC,” lanjutnya.

“Melihat hasil investigasi dan fakta di lapangan kalau kemudian tidak meyakinkan, tuan rumah Piala Dunia pasti dipindahkan. Karena pasti berisiko kalau kemudian tingkat pengamanannya seperti ini bagaimana nanti di Piala Dunia,” kata Akmal Marhali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini