Share

Terkait Insiden Stadion Kanjuruhan, Petinggi PSSI dan PT LIB Bisa Kena Pidana!

Andhika Khoirul Huda, MNC Portal · Rabu 05 Oktober 2022 09:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 49 2680888 tak-tanggung-tanggung-petinggi-pssi-dan-pt-lib-bisa-kena-pidana-n1eQHrgGf2.jpg Petinggi PSSI dan PT LIB bisa kena pidana (Foto: Twitter/@iriawan84)

TERKAIT insiden Stadion Kanjuruhan, petinggi PSSI dan PT LIB bisa kena pidana akan diulas pada artikel ini. Tragedi Stadion Kanjuruhan telah berlalu selama empat hari dan belum ada pihak yang bertanggung jawab.

Padahal, insiden tersebut merupakan sebuah bencana besar dalam sejara sepak bola dunia. Seperti diketahui, peristiwa nahas tersebut terjadi dalam laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 ketika Arema FC dikalahkan oleh sang rival abadi, Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Dari data terakhir yang diberikan pihak kepolisian, sejumlah 125 orang menjadi korban jiwa dari insiden mengerikan tersebut. Hal itu disinyalir terjadi karena kepanikan Aremania -julukan suporter Arema- yang ada di tribun penonton setelah petugas keamanan melontarkan gas air mata.

Banyak dari mereka yang mengalami sesak napas dan juga terinjak-injak hingga tewas. Selain itu, sejumlah aksi brutal juga dilakukan oleh petugas keamanan, yakni Polisi dan TNI, saat mencoba mengatasi kericuhan penonton yang turun ke lapangan.

BACA JUGA:Prediksi Skor Omonia Nicosia vs Manchester United di Liga Eropa 2022-2023: Pelipur Lara Setan Merah Usai Dibantai sang Rival!

Mereka memukul dan menendang para Aremania hingga banyak yang mengalami luka-luka. Sayangnya, sampai hari ini belum ada pihak yang dijadikan tersangka oleh penyidik meskipun sejak Selasa (4/10/2022) kemarin, status dari kasus ini sudah dinaikkan dari tahap penyelidikkan dan penyidikan.

Kendati demikian, Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Al Azhar, Profesor Suparji Ahmad, mengatakan kenaikkan status tersebut menjadi langkah yang baik karena selanjutnya akan ada tersangka yang ditetapkan atas kasus tersebut. Menurutnya, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), selaku penanggung jawab dan operatos Liga 1, sangat mungkin dijadikan tersangka untuk mempertanggungjawabkan kasus pidana ini.

“Pertama kontruksinya ini (Pasal) 359 karena kesalahannya menyebabkan kematian atau 360 karena kesalahannya menyebabkan luka-luka. Lalu siapa yang bertanggung jawab? Tentunya yang melakukan perbuatan di lapangan, apakah yang menendang, atau yang menyemprot,” jelas Suparji Ahmad dikutip dari Youtube Official iNews, Rabu (5/10/2022).

Arema

“Pada sisi yang lain juga ditarik pada pasal 55 ayat 1 angka 1 tentang turut serta, dalam hal ini penyelenggara, misalnya PT LIB, atau penanggung jawab yang lebih tinggi, dalam hal ini PSSI. Jadi ini adalah pertanggung jawaban dalam konteks terjadinya satu fakta yakni ada ratusan orang tewas dan luka-luka,” tambahnya.

“Pada sisi yang lain aparat penegak hukum misalnya, dalam hal ini kepolisian, yang secara faktual menggunakan kekuatan yang berlebihan dan tidak proporsional, kekuatan yang menyebabkan luka, pingsan dan kematian, nah ini juga dalam konteks dimintakan pertanggungjawaban. Sekali lagi kita bicara fakta, alat bukti dan pertanggungjawaban,” tuturnya.

Lebih lanjut, Suparji Ahmad memaparkan bahwa yang bertanggung jawab atas kasus tersebut bukanlah koorporasi ataupun organisasinya, tetapi merujuk pada perorangan. Itu artinya, akan ada sosok individu dari PSSI atau PT LIB yang mungkin bakal dijadikan tersangka untuk mempertanggungjawabkannya.

“Kalau kita baca 359 subjeknya itu kan ‘barang siapa’ yang artinya menyangkut orang perorangan dan kemudian sanksinya adalah penjara atau kurungan. Karena konteksnya KUHP berarti subjek hukumnya perorangan, bukan kooperasi atau instritusi. Oleh karena itu representasi dari organisasi itulah yang dimintakan pertanggungjawaban,” papar Suparji Ahmad.

Publik sendiri telah berhari-hari menginginkan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, untuk mundur dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawabnya atas Tragedi Kanjuruhan. Namun, sampai hari ini hal tersebut tak dilakukannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini