Kejadian bermula ketika wasit mengambil keputusan yang tidak dapat diterima suporter tim tuan rumah. Wasit tidak menerima gol yang dicetak oleh tim Peru, tentu saja hal tersebut memancing kemarahan suporter Peru.
Suporter yang tidak terima lantas turun kelapangan untuk memukul wasit. Melihat masa semakin banyak yang turun ke lapangan polisi langsung menembakan gas air mata begitu saja ke arah kerumunan.
Alhasil, suporter yang hadir pada pertandingan tersebut panik dan berusaha keluar dari stadion. Kapasitas stadion yang mencapai 53.000 membuat suporter berdesak-desakan menuju tangga keluar.
Beberapa suporter bahkan mencoba mendobrak gerbang, mencoba menerobos tembok untuk membakar ban dan mobil polisi. Bahkan, penonton di luar stadion pun melakukan hal yang sama.
Dari tragedi tersebut, suporter banyak yang tewas karena sesak nafas dan pendarahan akibat terbentur dan terinjak-injak.
(Dimas Khaidar)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.