Share

Manajer Arema FC Buka Suara Pasca Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan: Saya Pikirkan Korban, Tak Peduli dengan Sanksi

Avirista Midaada, Okezone · Senin 03 Oktober 2022 05:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 49 2679343 manajer-arema-fc-buka-suara-pasca-kerusuhan-di-stadion-kanjuruhan-saya-pikirkan-korban-tak-peduli-dengan-sanksi-33bsl2kqDh.jpg Manajer Arema FC buka suara pasca kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang (Foto: Avirista Midaada/MPI)

MANAJER Arema FC, Ali Rifki buka suara paca kesuruhan di Stadion Kanjuruhan, yang memakan korban hingga 125 orang. Ia menyatakan sangat memikirkan dan tak begitu mempedulikan sanksi yang diberikan dari Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI) kepada klubnya.

"Ini pukulan besar bagi kita semua. Tim semua pemain semua shock semua, semua tidak menginginkan ini," ucapnya kepada awak media, Minggu 2 Oktober 2022 malam WIB.

Aremania

Ia juga tak mau memikirkan sanksi dari PSSI terlebih dahulu. Sebab pihaknya memikirkan para korban dan keluarga korban yang akan didatangi satu persatu.

"Manajemen tidak peduli dan tidak memikirkan sanksi, yang saya pikirkan korban dan keluarga korban yang akan kita datangi Insya Allah satu per satu," tuturnya.

Diakuinya memang ada permintaan perubahan jadwal yang diajukan oleh Kapolres Malang. Tetapi ia tidak mengetahui bila ternyata jadwalnya bermain malam pukul 20.00 WIB, maka ia sebagai manajer tim hanya mempersiapkan pemainnya untuk bermain.

BACA JUGA:Terkait Insiden Berdarah di Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Madura United Minta Pengurus PSSI Mundur 

"Atas permintaan Kapolres (perubahan jadwal kick-off) sudah kita kirim setelah PT LIB menjawab, menetapkan jadwal tetap, ya kita saya sebagai manajer tim mengikuti apa yang ada yang sudah ditetapkan, karena jadwal apapun itu urusan Panpel dengan PT LIB serta keamanan," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, kerusuhan pecah setelah laga Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya di pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam WIB. Para suporter merangsak masuk ke lapangan dan menyerbu pemain.

Infografis

Tak hanya para pemain Persebaya saja, pemain Arema FC juga diserang oleh ribuan Aremania. Bahkan petugas kepolisian juga diserang hingga mengakibatkan dua orang kepolisian meninggal dunia.

Selanjutnya 10 mobil dinas kepolisian juga dinyatakan rusak dan tiga mobil pribadi dirusak massa. Akibat kejadian ini menurut data kepolisian sudah terindetifikasi sebanyak 125 orang yang meninggal dunia.

Di sisi lain, Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI) langsung menurunkan tim investigasi untuk mengusut tuntas permasalahan ini. Di sisi lain, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) juga memberhentikan gealran Liga 1 2022-2023 dalam sepekan ke depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini