Share

127 Orang Meninggal di Kerusuhan Kelar Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Indonesia Terancam Kena Sanksi FIFA

Quadiliba Al-Farabi, MNC Media · Minggu 02 Oktober 2022 08:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 51 2679004 127-orang-meninggal-di-kerusuhan-kelar-laga-arema-fc-vs-persebaya-surabaya-indonesia-terancam-kena-sanksi-fifa-iWtbRjc47v.jpg Momen kerusuhan terjadi pascalaga Arema FC vs Persebaya Surabaya. (Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto)

MALANG - Sebanyak 127 orang meninggal dunia dalam kerusuhan di pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya yang dihelat di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam WIB. Kericuhan itu lantas berpeluang membuat Indonesia mendapatkan sanksi dari FIFA karena adanya korban berjatuhan serta ada peraturan yang dilanggar.

Seperti diketahui, kerusuhan itu pecah setelah tim tuan rumah menderita kekalahan 2-3 dari musuh bebuyutannya itu. Seketika ratusan suporter tumpah ruah ke dalam lapangan.

Kerusuhan menjadi-jadi saat para suporter itu harus bentrok dengan pihak kepolisian yang mencoba membuyarkan massa. Bentrokkan antara pihak kepolisian dan suporter pun tak terelakkan.

Kericuhan Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. (ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

Situasi semakin mencekam ketika pihak keamana mulai menembakkan gas air mata ke salah satu sisi tribun. Dikabarkan dari situ, banyak suporter yang terinjak-injak hingga kehabisan nafas karena berusaha kabur dari gas air mata.

Akhirnya, dikonfirmasi peristiwa ini memakan korban jiwa kurang lebih sebanyak 127 orang. Ini merupakan insiden “berdarah” terparah yang terjadi di dunia sepakbola Indonesia.

Nahasnya ternyata, keputusan kepolisian untuk menembakkan gas air mata itu melanggar regulasi FIFA. Semua itu tercantum dalam pedoman “FIFA Stadium Safety and Security Regulation”.

Tepatnya pada pasal 19 poin B disebutkan bahwa tidak boleh sama sekali penggunaan senjata api dan gas air mata untuk pengendalian massa. Berikut bunyi lengkapnya:

(19) Petugas di pinggir lapangan

Untuk melindungi para pemain dan ofisial serta menjaga ketertiban umum, diperlukan penempatan steward dan/atau polisi di sekeliling lapangan permainan. Saat melakukannya, pedoman berikut harus dipertimbangkan:

a) Setiap steward atau petugas polisi yang ditempatkan di sekitar lapangan permainan kemungkinan besar akan direkam di televisi, dan oleh karena itu perilaku dan penampilan mereka harus memiliki standar tertinggi setiap saat.

Kericuhan Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. (ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

b) Tidak ada senjata api atau “gas pengendali massa” yang boleh dibawa atau digunakan. )

Sejauh ini belum ada konfirmasi apakah akan ada sanksi akibat pelanggaran ini atau tidak, termasuk jika ada, dalam bentuk apa sanksi itu. Tapi yang pasti banyak yang mengkahwatirkan Indonesia terancam batal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 mendatang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini