LEPAS dari Pep Guardiola, Gabriel Jesus merasa lebih merdeka di Arsenal bersama Mikel Arteta. Sang striker asal Brasil sebelumnya menghabiskan waktu lima tahun di Manchester City bersama Pep Guardiola.
Gabriel Jesus menyeberang dari Manchester City ke Arsenal pada bursa transfer musim panas tahun ini. Dia terdepak dari Etihad Stadium seiring dengan kedatangan Erling Haaland dari Borussia Dortmund.

Pep Guardiola pun jarang mengandalkannya sebagai ujung tombak. Di City, Jesus lebih sering difungsikan sebagai penyerang sayap, karena Guardiola lebih suka bermain dengan false 9.
"Masalahnya adalah cara [Guardiola] memahami sepakbola dan apa yang dia inginkan," kata Jesus kepada ESPN Brasil. "Jadi terserah Anda mau menerimanya atau tidak. Jika Anda tidak menerimanya, 'terima kasih' dan sudahlah cari tantangan lain saja."
"Saya menerimanya untuk sementara waktu, tetapi ada saatnya ketika saya bilang 'Saya menginginkan hal lain untuk saya sendiri.' Saya berterima kasih kepada dia, 'terima kasih untuk semuanya,' dia paham, dan selesai."
“Di City, itu berbeda. Striker tidak banyak menyentuh bola, Anda melihat ini dengan menonton pertandingan mereka. Dan, ketika saatnya menyentuh bola, itu bukan striker, melainkan gelandang terdekat. Oke, baiklah. Jadi, saya putuskan untuk pindah."
Jesus mengawali kariernya dengan baik di Emirates Stadium dengan mencetak empat gol dan tiga assist. Catatan tersebut membantu The Gunners – julukan Arsenal – untuk memuncaki klasemen sementara Liga Inggris 2022-2023 setelah tujuh pertandingan.